Bugispos, Mamuju – DiskominfoSS Sulbar mengambil peran strategis dengan menyiapkan petunjuk teknis guna mendukung implementasi Program Gerakan Sulbar Mandarras (GSM).
Program Sulbar Mandarras sendiri merupakan inisiatif unggulan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka yang menargetkan tumbuhnya budaya gemar membaca di lingkungan sekolah. Di tengah arus digitalisasi, program ini tidak hanya berfokus pada literasi konvensional, tetapi juga mendorong terbentuknya ekosistem literasi digital yang kuat.
Penyusunan Juknis GSM ini dibahas melalui rapat melibatkan sejumlah perangkat daerah lingkup Pemprov Sulbar, Selasa 28 April 2026. Forum ini menjadi ruang sinkronisasi peran antar instansi dalam memastikan program berjalan efektif dan terarah.
Kepala Bidang Komunikasi dan Publikasi Media (KPM) DiskominfoSS Sulbar, Dian Afrianty dan Kabid Tokped, Taufan hadir dalam rapat koordinasi lintas OPD yang membahas penyusunan petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan program tersebut di Ruang Rapat Asisten I Setda Sulbar.
Kabid KPM, Dian Afrianty, mengemukakan, DiskominfoSS Sulbar diposisikan sebagai supporting unit yang menyediakan fasilitasi digital dan publikasi. Peran itu mencakup penyediaan infrastruktur konektivitas, pengembangan sistem informasi, hingga pengelolaan domain dan hosting resmi pemerintah hingga penyeberluasan informasi.
Tak hanya itu, peningkatan kapasitas literasi digital bagi warga sekolah juga menjadi bagian penting dari intervensi yang disiapkan. Seluruh dukungan ini akan dijalankan secara terkoordinasi bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebagai leading sector program.
“Agar pelaksanaannya berjalan tertib dan sesuai regulasi, DiskominfoSS Sulbar tengah merampungkan juknis khusus sebagai pedoman operasional. Dokumen ini akan mengatur prosedur, mekanisme, serta batasan teknis dalam pemberian fasilitasi digital,” ungkapnya
Terpisah Kepala Dinas KominfoSS Sulbar Muhammad Ridwan Djafar berharap dengan adanya panduan tersebut, kolaborasi antar OPD dalam Program GSM tidak hanya memperkuat budaya baca, tetapi juga mempercepat adaptasi literasi digital di Sulawesi Barat. (*)












