MP, Makassar – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia kesehatan melalui Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) Tahun 2026 yang dilaksanakan di Makassar, Sabtu (27/6/2026).
Pelatihan ini diikuti oleh 50 perawat dari rumah sakit dan puskesmas se-Sulawesi Barat yang dibagi dalam dua angkatan, masing-masing sebanyak 25 peserta. Kegiatan bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam penanganan kegawatdaruratan dan kebencanaan secara cepat, tepat, dan terpadu.
Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan komitmen Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia kesehatan yang profesional dan kompeten. Melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, diharapkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin optimal, sehingga mendukung terwujudnya visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera”.
Dalam arahannya, Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi tenaga kesehatan merupakan investasi penting dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan daerah, terutama pada pelayanan kegawatdaruratan.
“Perawat merupakan garda terdepan dalam memberikan pertolongan pertama kepada pasien. Oleh karena itu, kompetensi penanganan kegawatdaruratan harus terus diperbarui agar pelayanan yang diberikan semakin cepat, tepat, profesional, dan mampu menyelamatkan lebih banyak nyawa,” ujar dr. Nursyamsi.
Ia menambahkan, Sulawesi Barat merupakan daerah yang memiliki potensi risiko bencana sehingga kesiapan tenaga kesehatan menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.
“Pelatihan BTCLS tidak hanya meningkatkan keterampilan klinis, tetapi juga membangun kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam menghadapi kondisi darurat maupun bencana. Kita ingin setiap rumah sakit, PSC 119, dan puskesmas memiliki tenaga perawat yang kompeten dalam penanganan kegawatdaruratan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Lanjutan, Farmasi, Alat Kesehatan & Sumber Daya Manusia Kesehatan DKPPKB Sulawesi Barat, dr. Darmawiyah menyatakan bahwa Pelatihan diselenggarakan bekerja sama dengan Brigade Siaga Bencana Kawasan Timur Indonesia (BSB KTI I) Makassar dan menghadirkan instruktur dari berbagai disiplin ilmu, termasuk dokter spesialis dan tim kegawatdaruratan.
“Materi yang diberikan meliputi Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT), manajemen bencana, penanganan trauma, kegawatdaruratan jantung, anak, obstetri, neurologi, hingga praktik keterampilan seperti resusitasi jantung paru (RJP), airway breathing, triase, evakuasi korban, dan berbagai skill station lainnya,” terang dr. Darmawiyah.
Melalui pelatihan ini, DKPPKB Sulbar berharap lahir tenaga kesehatan yang semakin profesional, tanggap, dan siap memberikan pelayanan kegawatdaruratan yang lebih berkualitas, sehingga mampu mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan serta keselamatan pasien di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Sulawesi Barat.(*)












