Sulsel

Sambut Asesor UNESCO, Wabup Pangkep Ajak Semua Pihak Jaga Ki Warisan Dunia

×

Sambut Asesor UNESCO, Wabup Pangkep Ajak Semua Pihak Jaga Ki Warisan Dunia

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Pangkep Abdul Rahman Assagaf

BugisPos, Pangkep – Wakil Bupati Pangkep Abdul Rahman Assagaf menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Pangkep untuk terus mendukung pelestarian dan pengembangan UNESCO Global Geopark (UGGp) Maros-Pangkep.

Menurutnya, kawasan geopark yang membentang di Kabupaten Maros dan Pangkep merupakan warisan dunia yang menjadi kebanggaan bersama sekaligus harus dijaga keberlanjutannya.

“Geopark ini merupakan kawasan yang berada di dua daerah otonom, yakni Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep. Karena itu kita semua harus memahami bahwa kawasan ini merupakan warisan dunia dalam bentuk UNESCO Global Geopark,” kata Abdul Rahman Assagaf saat menyambut tim asesor UNESCO, Rabu (29/7).

Keberadaan Geopark Maros-Pangkep menjadi aset yang tidak dimiliki semua daerah maupun negara sehingga seluruh pemangku kepentingan memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestariannya.

“Geopark ini menjadi cerminan dan kebanggaan bagi kita semua, khususnya masyarakat Pangkep dan Maros. Tidak semua daerah, bahkan tidak semua negara memiliki warisan dunia seperti ini,” ujarnya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pangkep bersama seluruh organisasi perangkat daerah berkomitmen meningkatkan dukungan terhadap pengembangan kawasan geopark, termasuk memperkuat fasilitas pendukung seperti pusat informasi geopark.

“Karena itu kami di Pemerintah Kabupaten Pangkep bersama seluruh organisasi perangkat daerah berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan Geopark Maros-Pangkep. Salah satu yang masih perlu dikembangkan adalah pusat informasi geopark agar semakin representatif,” katanya.

Selama empat tahun terakhir pemerintah daerah telah memberikan dukungan melalui penyediaan petugas pengamanan kawasan guna mencegah aktivitas yang berpotensi merusak geopark.

“Kami menyiapkan petugas yang bertugas menjaga kawasan, termasuk mengawasi agar tidak ada masyarakat yang mengambil batu atau melakukan aktivitas yang dapat merusak kawasan geopark. Ke depan, insyaallah dukungan pemerintah daerah akan terus ditingkatkan,” tuturnya.

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur di kawasan geopark tetap dapat dilakukan sepanjang tidak mengganggu nilai konservasi dan prinsip pelestarian kawasan.

“Pembangunan infrastruktur di kawasan geopark tentu bisa dilakukan selama tetap memperhatikan prinsip-prinsip pelestarian geopark. Sepanjang tidak merusak nilai utama geopark, pembangunan tetap dimungkinkan,” ucapnya.

Selain kawasan karst, kata dia, wilayah kepulauan seperti Kapoposang juga menjadi bagian dari kawasan geopark yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis konservasi.

“Kapoposang memiliki potensi yang sangat baik dan pengembangannya juga sudah cukup bagus. Selain itu masih ada beberapa kawasan lain yang potensinya besar namun pengembangannya belum optimal,” jelasnya.

Terkait proses revalidasi UNESCO Global Geopark, Abdul Rahman berharap kehadiran dua asesor UNESCO dapat menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk memperkuat komitmen menjaga kawasan tersebut.

“Kehadiran dua asesor UNESCO menjadi cerminan sekaligus motivasi bagi kita semua. Mereka datang dari tempat yang sangat jauh untuk melakukan penilaian terhadap kawasan ini. Ini adalah warisan dunia. Warisan ini bukan sesuatu yang biasa, tetapi merupakan aset yang sangat berharga dan harus kita jaga bersama,” pungkasnya.(din)