Makassar

Tepis Isu Warga Makan Tabungan, Airlangga Sebut Ekonomi RI Masih Meroket 5,4%

×

Tepis Isu Warga Makan Tabungan, Airlangga Sebut Ekonomi RI Masih Meroket 5,4%

Sebarkan artikel ini

BugisPos, Makassar – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menepis kekhawatiran publik mengenai ancaman penurunan daya beli dan perlambatan ekonomi nasional.

Airlangga menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia berada dalam kondisi yang sangat kokoh, bahkan terbukti kebal dari tren perlambatan ekonomi global.

​Airlangga membeberkan serangkaian data kunci sebagai bukti keandalan ekonomi dalam negeri. Laju inflasi berhasil ditekan ke level 2,88 persen turun signifikan dari posisi 3 persen sebelumnya. Di saat bersamaan, Indeks Manufaktur (PMI) tetap bertahan di zona ekspansif di atas level 50.

​”Kondisi ekonomi kita secara fundamental kuat. Kemarin baru diumumkan inflasi sudah 2,88 persen, turun dari 3 persen sebelumnya. PMI juga naik di atas 50,” ujar Airlangga dengan nada optimistis di Makassar, Selasa (4/8).

​Menanggapi sorotan wartawan terkait fenomena masyarakat yang terpaksa menguras tabungan demi memenuhi kebutuhan pokok, Menko Perekonomian secara langsung membantah narasi bahwa ekonomi nasional sedang lesu. Ia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal mendatang tetap melaju kencang di kisaran 5,2 hingga 5,4 persen.

​”Data mengatakan ekonominya tidak melambat, masih di 5,4 persen. Walaupun global melambat di angka 3 koma, Indonesia tidak ikut global. Kita masih bisa menjaga resiliency ekonomi,” tegasnya.

​Sebagai benteng pertahanan dari guncangan eksternal, pemerintah fokus mengeksekusi strategi ketahanan energi. Penggunaan mandatori Biodiesel 50 (B50) diproyeksikan menjadi kartu truf untuk menyetop ketergantungan impor solar, sekaligus mengamankan cadangan devisa negara dalam jumlah fantastis.

​”B50 kan menentukan bahwa kita tidak perlu impor solar lagi. Dengan biodiesel 50 itu, penghematan devisanya bisa mencapai 17 triliun rupiah,” jelas Airlangga.

​Di akhir keterangannya, Airlangga menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia menahan gempuran krisis global tak lepas dari peran vital para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di sektor makanan dan minuman yang terus menjadi penyelamat arus kas domestik.

​”UMKM Indonesia menjadi salah satu penyangga perekonomian, terutama terkait dengan sektor makanan dan minuman. Indonesia beruntung kita punya UMKM yang tangguh,” pukasnya.(din)