Advertorial

Hadapi Ancaman El Nino Godzilla, Herman Arif Kerahkan Damkar hingga Pengeboran Bantu Petani di Lacinde

×

Hadapi Ancaman El Nino Godzilla, Herman Arif Kerahkan Damkar hingga Pengeboran Bantu Petani di Lacinde

Sebarkan artikel ini

WAJO, BUGISPOS.com — Ancaman kekeringan yang mulai dirasakan sejumlah petani di Kabupaten Wajo mendapat perhatian serius dari Ketua Komisi II DPRD Wajo, Herman Arif. Di tengah kondisi kemarau yang berpotensi semakin panjang, Herman Arif turun langsung mencari solusi untuk membantu petani mendapatkan pasokan air.

Kepedulian tersebut diwujudkan dengan mengerahkan armada Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat yang terdampak kekeringan, khususnya di Dusun Jenemeja, Desa Lacinde, Kecamatan Pitumpanua, Minggu (16/8/2026).

Advertisement

Langkah itu dilakukan menyusul kekhawatiran terhadap ancaman fenomena El Nino Godzilla yang berpotensi memperparah kondisi kekeringan. Dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas pertanian.

Tak Hanya Kerahkan Damkar, Herman Arif Ikut Cari Sumber Air

Tidak berhenti pada pendistribusian air menggunakan armada Damkar, Herman Arif yang akrab disapa Bimbim juga turun langsung bersama masyarakat melakukan upaya pengeboran secara manual untuk mencari sumber air.

Di tengah kondisi tanah yang mulai kering, upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk ikhtiar mendapatkan sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk membantu kebutuhan petani.

“Kita terus berupaya membantu masyarakat, khususnya petani yang terdampak kekeringan. Damkar juga kita kerahkan untuk membantu kebutuhan air warga di Lacinde. Ini bentuk kepedulian kita terhadap kondisi petani,” ujar Herman Arif.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Wajo tersebut menegaskan, perhatian kepada petani tidak seharusnya hanya diberikan ketika memasuki musim panen.

Menurutnya, kehadiran pemerintah dan wakil rakyat justru sangat dibutuhkan ketika petani menghadapi persoalan, termasuk ancaman kekeringan yang dapat mengganggu keberlangsungan usaha tani.

“Petani adalah salah satu penopang ekonomi daerah. Karena itu, ketika mereka menghadapi kesulitan, kita harus hadir dan memberikan perhatian semaksimal mungkin,” katanya.

Petani Apresiasi Kepedulian Herman Arif

Langkah Herman Arif bersama jajaran dan masyarakat tersebut mendapat apresiasi dari para petani di Dusun Jenemeja. Mereka mengaku terbantu dengan adanya pasokan air di tengah kondisi kemarau yang mulai menyulitkan aktivitas pertanian.

Salah seorang petani menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan Herman Arif.

“Terima kasih Pak Herman Arif atas perhatiannya. Beliau tidak henti-hentinya memperhatikan kondisi kami sebagai petani. Saat air sulit, beliau ikut membantu mencarikan solusi. Ini sangat berarti bagi kami,” ungkapnya.

Para petani berharap perhatian dan pendampingan terhadap masyarakat terus berlanjut apabila kondisi kemarau berlangsung lebih panjang.

Mereka juga berharap adanya solusi jangka panjang, termasuk penyediaan sumber air yang berkelanjutan, sehingga lahan pertanian tetap dapat produktif meski menghadapi ancaman kekeringan.

Menjaga Petani Tetap Bertahan

Bagi Herman Arif, upaya membantu petani menghadapi kekeringan bukan sekadar persoalan mendistribusikan air. Lebih jauh, langkah tersebut merupakan bagian dari kepedulian untuk menjaga keberlangsungan usaha tani sekaligus memastikan petani tidak menghadapi persoalan tersebut seorang diri.

Ia menilai, sektor pertanian memiliki peran penting terhadap perekonomian masyarakat Wajo sehingga berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu produktivitas petani perlu ditangani secara bersama-sama.

“Selama masih ada yang bisa kita lakukan, kita akan terus bergerak. Jangan sampai petani merasa sendiri menghadapi kondisi seperti ini,” pungkas Herman Arif.

**Dari Damkar hingga pengeboran, langkah Herman Arif di Lacinde menjadi gambaran bahwa menghadapi ancaman kekeringan membutuhkan gerak cepat, kepedulian, dan kolaborasi untuk

br
brbr
brbr