WAJO, BUGISPOS.com – Suasana malam menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Wajo berlangsung penuh khidmat dan haru.
Dandim 1406/Wajo Letkol Inf Harianto, S.I.P., memimpin Upacara Penetapan Waktu (Taptu) dan Pawai Obor tingkat Kabupaten Wajo yang digelar di Lapangan Merdeka Sengkang, Minggu malam (16/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus membangkitkan kembali semangat patriotisme dan nasionalisme di tengah masyarakat.
Upacara diikuti unsur Forkopimda, TNI-Polri, pemerintah daerah, para kepala OPD, Forkopimca se-Kabupaten Wajo serta peserta Taptu.
Letkol Inf Harianto bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sementara Danup Kapten Inf Muh. Arsyad selaku Ws. Danramil 1406-08/Sabbangparu dan Perwira Upacara Letda Inf Usman selaku Danramil 1406-07/Takkalalla.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Bupati Wajo H. Andi Rosman, S.Sos., M.M., Wakil Bupati Wajo Dr. H. Baso Rahmanuddin Makkaraka, M.M., M.Kes., Ketua TP PKK Kabupaten Wajo Hj. Fatmawati A. Rosman, Ketua Persit KCK Cabang XXIV Kodim 1406/Wajo Ibu Tia Harianto, Kapolres Wajo AKBP Douglas Mahendrajaya, S.H., S.I.K., M.I.K., M.Tr.Opsla, serta jajaran Forkopimda dan pejabat lingkup Pemkab Wajo.
Kobaran Obor Simbol Semangat Perjuangan
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan Pawai Obor yang menempuh jarak sekitar 12 kilometer.
Peserta bergerak dari Lapangan Merdeka Sengkang melalui Jalan Jenderal Sudirman, Jalan A. Malingkaan, Jalan Bau Mahmud, Jalan Bau Baharuddin, Jalan Veteran, Jalan Pahlawan hingga Jalan Jenderal A. Yani dan berakhir di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo.
Kobaran api obor yang menerangi jalanan Kota Sengkang menjadi pemandangan penuh makna. Api tersebut menjadi simbol semangat perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan nyawa demi kemerdekaan Indonesia.
Di tengah suasana malam kemerdekaan, pawai obor juga menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukanlah sesuatu yang diperoleh dengan mudah.
Semangat perjuangan itu kini menjadi tanggung jawab generasi penerus untuk terus dijaga melalui persatuan, kebersamaan dan pengabdian.
Dandim 1406/Wajo Letkol Inf Harianto menegaskan, Taptu dan Pawai Obor bukan sekadar tradisi tahunan menjelang HUT Kemerdekaan.
Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menanamkan nilai patriotisme dan nasionalisme, khususnya kepada generasi muda.
“Semangat perjuangan para pahlawan harus terus kita wariskan kepada generasi penerus. Kemerdekaan ini harus kita isi dengan persatuan, kebersamaan, pengabdian dan karya terbaik,” ujarnya.
Malam itu, cahaya obor yang menyala di sepanjang jalan Kota Sengkang seakan menjadi pesan bahwa api perjuangan boleh diwariskan dari generasi ke generasi, tetapi semangat menjaga dan mengisi kemerdekaan tidak boleh pernah padam.



br






br
br






br
br
br