BugisPos, Makassar- Pembukaan lembar baru perjalanan 600 mahasiswa Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Ghazali ditandai dengan momen istimewa.
Menggelar prosesi wisuda di Makassar pada Kamis (20/8/2026), para lulusan ini secara khusus dijuluki sebagai Wisudawan Merdeka dan Rahmatan Lil ‘Alamin.
Sebab, selebrasi kelulusan ini bertepatan dengan dua peristiwa bersejarah: Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia dan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Rektor UIM Al-Ghazali, Prof. Muammar Bakry, menegaskan bahwa perpaduan dua momen besar ini diharapkan mampu menanamkan serta memperkuat nilai-nilai positif dalam jiwa para alumni.
”Kami sebut wisudawan Merdeka dan Rahmatan Lil ‘Alamin. Momen kemerdekaan ini kita harapkan menjadi pemantik bagi alumni UIM untuk membawa nilai kemerdekaan bagi bangsa dan negara. Termasuk mentransformasi ilmu pengetahuan ke dalam kehidupan nyata sehingga memberi dampak luas di tengah masyarakat,” tegas Prof. Muammar usai prosesi wisuda.
Dalam pesannya, Prof. Muammar juga menyampaikan refleksi mendalam mengenai perjuangan para wisudawan dan orang tua mereka. Momen haru menyelimuti saat ia mengenang sejumlah wisudawan yang ditinggal wafat orang tua di tengah masa studi.
”Ini bukan berarti orang tua yang telah mendahului tidak bisa menikmati keberhasilan anaknya. Justru di alam sana, mereka akan menikmati aliran amal jariyah dari ilmu pengetahuan dan kebaikan yang terus diamalkan oleh anak-anaknya,” tutur Prof. Muammar penuh haru.
Tak hanya merayakan kelulusan, UIM Al-Ghazali juga menunjukkan kepedulian nyata dengan menyalurkan santunan kepada mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa bumi baru-baru ini.
”Ini adalah wujud kebersamaan dan empati kita sebagai satu keluarga besar. UIM layaknya sebuah rahim bagi seluruh civitas akademika,” tambahnya.
Prosesi wisuda ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, perwakilan LLDIKTI, serta jajaran civitas akademika UIM Al-Ghazali.(dzl)




br






br
br






br
br
br