Pos Sulbar

Kekeringan Meluas ke 39 Desa, Pemkab Mamuju Tengah Perkuat ki Sinergi dan Tegaskan Peran Swasta

×

Kekeringan Meluas ke 39 Desa, Pemkab Mamuju Tengah Perkuat ki Sinergi dan Tegaskan Peran Swasta

Sebarkan artikel ini

Bugispos, Mamuju Tengah – Kabupaten Mamuju Tengah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapsiagaan dan Sinergi Penanganan Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Aula A Kantor Bupati Mamuju Tengah, Selasa (1/9/2026).

Rapat yang berlangsung pada hari pertama September tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Mamuju Tengah, Askary. Turut mendampingi Sekretaris Daerah Litha Febriani, Kepala Pelaksana BPBD, Kabag Ops Polres Mamuju Tengah, jajaran Kepala OPD terkait, serta para camat dan kepala desa se-Kabupaten Mamuju Tengah.

Advertisement

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Askary menyampaikan bahwa masa penugasan Satuan Tugas (Satgas) Tanggap Darurat Kekeringan dan Karhutla resmi diperpanjang. Keputusan ini diambil mengingat keterbatasan infrastruktur dan sumber daya yang ada, sehingga membutuhkan kolaborasi erat untuk mengatasi dampak fenomena El Nino yang masih berlangsung.

“Kita harus siap. Kesiapan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab Satgas semata, tetapi seluruh stakeholder, mulai dari masyarakat, pemerintah desa, hingga perusahaan swasta,” tegas Askary.

Pemkab Mamuju Tengah telah menyusun strategi komprehensif untuk menghadapi dampak El Nino yang diprediksi bertahan hingga awal tahun 2027. Strategi tersebut mencakup berbagai aspek penanganan, mulai dari pemenuhan ketersediaan air bersih hingga langkah preventif pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Pada kesempatan tersebut, Askary juga memberikan penegasan khusus kepada pihak swasta terkait kewajiban mereka dalam penanggulangan bencana sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Berdasarkan undang-undang, pihak swasta wajib membantu tim Satgas, termasuk menyiapkan armada pemadam kebakaran dan peralatan teknis. Ini sudah diatur jelas dalam regulasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa fokus utama penanganan saat ini adalah pemenuhan kebutuhan air bersih. Saat ini, kapasitas sumber air yang tersedia baru mencapai 35 liter per detik. Pemkab menargetkan peningkatan kapasitas hingga 40–50 liter per detik agar mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya di kawasan perkotaan dan pendistribusian ke wilayah terdampak.

Berdasarkan data Pemkab, dari total 54 desa di Kabupaten Mamuju Tengah, sebanyak 39 desa tercatat mengalami dampak kekeringan akibat kemarau panjang ini.

Rakor ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memastikan kesiapsiagaan dan sinergitas seluruh pemangku kepentingan, guna meminimalisasi dampak bencana kekeringan serta karhutla di wilayah Kabupaten Mamuju Tengah.(*)

br
brbr
brbrbr