Maros, BugisPos — Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan resmi memulai pembangunan Duplikasi Jembatan Sungai Maros A di Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, yang ditandai dengan kegiatan groundbreaking pada Selasa (7/7). Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Bupati Maros, Kepala BBPJN Sulawesi Selatan beserta jajaran, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Maros, serta para pemangku kepentingan terkait.
Pembangunan Duplikasi Jembatan Sungai Maros A merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kapasitas infrastruktur jalan nasional guna mendukung konektivitas, keselamatan, dan kelancaran arus transportasi di Sulawesi Selatan. Jembatan baru ini dibangun untuk mengatasi meningkatnya volume lalu lintas pada Jembatan Sungai Maros A eksisting yang menjadi jalur strategis penghubung Kota Makassar dengan Kabupaten Maros serta wilayah utara Sulawesi Selatan.
Proyek ini memiliki panjang 102,6 meter dengan nilai kontrak sebesar Rp51,67 miliar yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026–2027. Pelaksanaan konstruksi berlangsung selama 480 hari kalender, mulai 5 Juli 2026 hingga 27 September 2027, dan dilanjutkan dengan masa pemeliharaan selama 730 hari kalender.
Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Selatan mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung keberhasilan pembangunan tersebut.
“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya yang terdampak langsung, untuk bersama-sama mendukung dan mengawal pembangunan ini. Dengan kolaborasi semua pihak, InsyaAllah proyek ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat,” ujar Gubernur Sulawesi Selatan.
Sementara itu, Kepala BBPJN Sulawesi Selatan menjelaskan bahwa jembatan duplikasi ini dirancang dengan spesifikasi teknis yang andal untuk menjamin keamanan dan umur layanan infrastruktur.
“Jembatan Duplikasi Maros A memiliki panjang 102,6 meter yang terdiri atas tiga bentang, dua abutmen, dan dua pier dengan pondasi menggunakan bore pile berdiameter 80 cm pada kedalaman 8 hingga 10 meter. Struktur atas menggunakan precast concrete I-Girder,” jelas Kepala BBPJN Sulawesi Selatan.
Pekerjaan konstruksi akan dilaksanakan secara bertahap. Pada tahun 2026 difokuskan pada pekerjaan pondasi, abutment, dan pier, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan struktur utama, pelat jembatan, pekerjaan perkerasan, hingga tahap penyelesaian akhir dan uji kelayakan sebelum jembatan dioperasikan.
Pembangunan Duplikasi Jembatan Sungai Maros A merupakan hasil sinergi berbagai pihak. Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBPJN Sulawesi Selatan bertanggung jawab atas pelaksanaan konstruksi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyediakan pendanaan pembebasan lahan, Pemerintah Kabupaten Maros melaksanakan proses pembebasan lahan, sementara Forkopimda Kabupaten Maros turut mengawal kelancaran pelaksanaan pembangunan.
Keberadaan jembatan baru ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas ruas jalan nasional, memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi logistik, serta mendukung pertumbuhan ekonomi, pengembangan UMKM, dan sektor pariwisata di Kabupaten Maros maupun wilayah Sulawesi Selatan secara keseluruhan.
Melalui pembangunan Duplikasi Jembatan Sungai Maros A, Kementerian Pekerjaan Umum terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan infrastruktur jalan dan jembatan yang andal, aman, dan berkualitas guna memperkuat konektivitas nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.




br






br
br






br
br
br