Maros

Bupati Chaidir Serahkan 20 Motor Semi Trail untuk Guru di Sekolah Pegunungan Maros

×

Bupati Chaidir Serahkan 20 Motor Semi Trail untuk Guru di Sekolah Pegunungan Maros

Sebarkan artikel ini

Maros, BugisPos — Akses jalan yang sulit menuju sejumlah sekolah di wilayah pegunungan Maros mendorong Pemerintah Kabupaten Maros menyediakan kendaraan khusus bagi tenaga pendidik.

 

Advertisement

Sebanyak 20 unit sepeda motor semi trail diserahkan Bupati Maros Chaidir Syam kepada sekolah-sekolah yang berada di kawasan terpencil. Penyerahan bantuan berlangsung di Lapangan Pallantikang, Senin, 31 Agustus 2026.

 

Sekolah penerima tersebar di tiga kecamatan, yakni Mallawa, Tompobulu, dan Camba. Sebagian sekolah berada jauh dari akses jalan yang mudah dilalui kendaraan biasa.

 

Chaidir Syam menyebut bantuan tersebut menyasar sekolah yang selama ini menghadapi kendala mobilitas akibat kondisi geografis.

 

“Misalnya kalau di Mallawa, SD di Wanawaru, kemudian di Tompobulu yang kemarin viral sekolah kolong, SD Tanete Bonto Parang, kemudian di Camba ada Holiang, ada Benteng,” ujarnya.

 

Kondisi jalan menuju sekolah di wilayah tersebut didominasi tanjakan, tikungan, serta medan pegunungan. Situasi itu menjadi tantangan tersendiri bagi guru yang harus bepergian menuju tempat tugas, termasuk ketika membawa kebutuhan operasional sekolah.

 

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Maros, Asri Rajab, mengatakan pengadaan 20 sepeda motor tersebut dibiayai melalui APBD Kabupaten Maros. Anggaran yang dialokasikan untuk kendaraan itu mencapai Rp800 juta.

 

Bagi sekolah yang berada di pelosok, kendaraan tersebut bukan sekadar fasilitas tambahan. Keberadaannya diharapkan dapat menunjang kelancaran aktivitas guru dan memperpendek hambatan perjalanan menuju sekolah.

 

Kepala SDN 237 Labongko, Kecamatan Mallawa, Zainal Bakri, mengatakan kondisi medan di wilayah sekolah yang dipimpinnya cukup berat. Jalan menuju lokasi memiliki banyak tanjakan dan berada di area tebing.

Hal yang sama disampaikan Kepala SD 88 Sabantang, Kecamatan Tompobulu, Kaspan. Ia mengatakan perjalanan menuju sekolah harus melewati jalan yang berkelok dan menanjak.

Dari kaki gunung, jarak menuju sekolah tersebut sekitar 31 kilometer. Dengan karakteristik medan seperti itu, sepeda motor semi trail dinilai lebih mampu mendukung mobilitas guru dibandingkan kendaraan biasa.

br
brbr
brbrbr