Bugispos, Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan Program Penanggulangan Kemiskinan dan Percepatan Penurunan Stunting (PASTIPADU) melalui rapat Tim Teknis di Ruang Rapat RPJMD Bapperida Provinsi Sulawesi Barat, Jumat (11/9/2026).
Rapat tersebut dipimpin Kepala Bapperida Provinsi Sulawesi Barat, Amujib dengan agenda utama mengevaluasi implementasi PASTIPADU tahun 2025–2026 sekaligus membahas rencana pelaksanaan intervensi tahun 2027.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Menular DKPPKB Sulbar, dr. Muh. Ihwan, dan Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas DKPPKB Sulbar, Putri Anindy, serta unsur lintas sektor terkait.
Amujib menegaskan, evaluasi diperlukan untuk memastikan berbagai program penanggulangan stunting dan kemiskinan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi terintegrasi berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di setiap lokus.
“PASTIPADU membutuhkan sinergi lintas sektor agar setiap intervensi benar-benar tepat sasaran, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Amujib.
Sementara itu, keterlibatan DKPPKB Sulbar diarahkan untuk memperkuat intervensi di bidang kesehatan, keluarga berencana, kesehatan ibu dan anak, pencegahan stunting, serta peningkatan kualitas hidup keluarga.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Menular DKPPKB Sulbar, dr. Muh. Ihwan mengatakan, evaluasi pelaksanaan PASTIPADU menjadi momentum untuk melihat capaian sekaligus mengidentifikasi kendala yang masih dihadapi di lapangan.
“Intervensi kesehatan harus terintegrasi dengan program lainnya. Data sasaran menjadi penting agar intervensi yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan keluarga,” katanya.
Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas DKPPKB Sulbar, Putri Anindy menambahkan, penguatan peran Posyandu, kader, keluarga, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan intervensi kesehatan berjalan hingga tingkat desa dan keluarga sasaran.
Melalui rapat Tim Teknis ini, Pemprov Sulbar mendorong penyusunan rencana intervensi PASTIPADU 2027 yang lebih terarah, berbasis data, dan memperkuat kolaborasi lintas perangkat daerah.
Secara terpisah, Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim menyatakan bahwa langkah tersebut sejalan dengan komitmen Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka untuk mewujudkan Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera, melalui pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.(*)




br






br
br






br
br
br