Wajo

Bupati Wajo Apresiasi Dukungan Mentan, Puluhan Infrastruktur dan Alsintan Disiapkan untuk Petani

×

Bupati Wajo Apresiasi Dukungan Mentan, Puluhan Infrastruktur dan Alsintan Disiapkan untuk Petani

Sebarkan artikel ini

WAJO, BUGISPOS.com – Bupati Wajo, Andi Rosman, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman atas dukungan berbagai program pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, pada 2026.

Apresiasi tersebut disampaikan Andi Rosman dalam kegiatan tudang sipulung yang digelar di Lapangan Paria, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo, Rabu (14/10/2026). Kegiatan itu dihadiri Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Muhammad Taufik Ratule, yang hadir mewakili Menteri Pertanian.

Advertisement

Andi Rosman mengatakan, dukungan pemerintah pusat menjadi bagian penting dalam memperkuat pembangunan pertanian di Kabupaten Wajo. Terlebih, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam perekonomian daerah dan mendukung ketahanan pangan di Sulawesi Selatan.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Wajo terus berupaya meningkatkan produktivitas pertanian melalui pembangunan infrastruktur, optimalisasi lahan, serta penyediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan petani.

Upaya tersebut dilakukan melalui sinergi program yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Wajo serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pertanian.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, atas perhatian dan dukungan terhadap pembangunan pertanian di Kabupaten Wajo. Dukungan ini sangat berarti bagi petani kami, khususnya dalam meningkatkan produktivitas, memperkuat infrastruktur pertanian, dan menjaga ketahanan pangan,” ujar Andi Rosman.

APBD 2026 Dukung Pembangunan Infrastruktur Pertanian

Melalui APBD Kabupaten Wajo Tahun Anggaran 2026, pemerintah daerah mendukung pembangunan sejumlah infrastruktur pertanian untuk menunjang aktivitas petani dan memperkuat pengelolaan lahan.

Program tersebut meliputi pembangunan 34 unit jalan usaha tani, 13 unit embung pertanian, dua unit long storage, 22 unit jaringan irigasi usaha tani, serta enam unit sanggar tani.

Pembangunan jalan usaha tani diharapkan dapat mendukung akses petani menuju lahan pertanian sekaligus mempermudah mobilisasi sarana produksi dan hasil panen.

Sementara itu, pembangunan embung, long storage, dan jaringan irigasi diarahkan untuk mendukung ketersediaan air bagi lahan pertanian. Adapun sanggar tani menjadi salah satu sarana pendukung kegiatan dan koordinasi kelompok tani.

Pemerintah Kabupaten Wajo berharap pembangunan sarana dan prasarana tersebut dapat menunjang kegiatan pertanian secara berkelanjutan.

Dukungan APBN Sasar Ratusan Kelompok Tani

Selain melalui anggaran daerah, Kabupaten Wajo juga memperoleh dukungan program Kementerian Pertanian melalui APBN Tahun Anggaran 2026.

Dukungan tersebut mencakup program optimalisasi lahan rawa yang menyasar 126 kelompok tani dan optimalisasi lahan nonrawa untuk 161 kelompok tani.

Program lainnya meliputi irigasi perpompaan bagi 80 kelompok tani, irigasi perpipaan untuk 10 kelompok tani, serta pemeliharaan jaringan irigasi tersier bagi lima kelompok tani.

Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemanfaatan lahan pertanian dan mendukung ketersediaan air untuk kegiatan produksi.

Optimalisasi lahan juga diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan potensi pertanian daerah sehingga lahan yang tersedia dapat dikelola secara lebih produktif sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Kabupaten Wajo Terima Dukungan Alat dan Mesin Pertanian

Dukungan Kementerian Pertanian juga mencakup bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk menunjang kegiatan usaha tani di Kabupaten Wajo.

Berdasarkan data yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Wajo, bantuan tersebut terdiri atas 21 unit traktor roda empat, 14 unit crawler tractor, 24 unit traktor roda dua, serta 21 unit combine harvester besar.

Keberadaan alsintan diharapkan dapat membantu petani mengoptimalkan proses pengolahan lahan hingga panen. Pemanfaatan mekanisasi pertanian juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga dalam kegiatan usaha tani.

Pemerintah daerah berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani sesuai kebutuhan dan peruntukannya.

Pengembangan Pertanian Modern Capai 14.004 Hektare

Sejalan dengan dukungan infrastruktur dan alsintan, Kabupaten Wajo menargetkan pengembangan Pertanian Modern melalui program Advanced Agriculture System (PM-AAS) pada 2026 dengan cakupan lahan seluas 14.004 hektare.

Program tersebut direncanakan tersebar di 14 kecamatan dengan melibatkan 844 kelompok tani.

Pengembangan pertanian modern menjadi salah satu langkah untuk mendorong penerapan sistem pertanian yang lebih terintegrasi, efisien, dan produktif.

Melalui program tersebut, pemerintah daerah berharap pengelolaan lahan, penggunaan teknologi, serta pemanfaatan sarana produksi dapat semakin mendukung peningkatan hasil pertanian.

Meski demikian, pelaksanaan program tetap membutuhkan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani agar bantuan serta fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran.

Berharap Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah Berlanjut

Andi Rosman berharap dukungan Kementerian Pertanian terhadap pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Wajo dapat terus berlanjut, terutama dalam pengembangan infrastruktur, optimalisasi lahan, peningkatan produktivitas, serta penyediaan sarana dan prasarana pertanian.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah diperlukan untuk memastikan program pembangunan pertanian dapat berjalan sesuai kebutuhan petani.

“Kami berharap arahan, petunjuk, dan dukungan dari Bapak Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, agar pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Wajo dapat terus ditingkatkan. Dukungan pemerintah pusat sangat kami butuhkan, khususnya dalam pengembangan infrastruktur pertanian, optimalisasi lahan, peningkatan produktivitas, serta penyediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan petani,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan anggaran dan bantuan, tetapi juga oleh pemanfaatan fasilitas secara optimal serta keterlibatan aktif para petani.

“Harapan kami, melalui sinergi dan kolaborasi yang kuat, Kabupaten Wajo dapat terus meningkatkan produksi pertanian, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan petani,” tutur Andi Rosman.

Pemerintah Kabupaten Wajo berharap berbagai program yang didukung melalui APBD dan APBN tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi petani, sekaligus memperkuat kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian daerah dan ketahanan pangan nasional. (adv)

br
brbr
brbrbr