Bulukumba

Tauwwa Lapas Bulukumba Bersama Kakanwil Ditjenpas Sulsel Tebar ki 2.000 Benih Ikan Nila

×

Tauwwa Lapas Bulukumba Bersama Kakanwil Ditjenpas Sulsel Tebar ki 2.000 Benih Ikan Nila

Sebarkan artikel ini

BugisPos, Bulukumba — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bulukumba terus memperkuat program ketahanan pangan sekaligus pembinaan kemandirian warga binaan melalui penebaran 2.000 ekor benih ikan nila di kolam Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Panrita Lopi Lapas Bulukumba, Jumat (23/10).

Kegiatan ini dilaksanakan  Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Hernowo Sugiastanto, bersama Kepala Lapas Kelas IIA Bulukumba, Mansur, serta para kepala bidang yang mendampingi kunjungan kerja di Lapas Bulukumba.

Advertisement

Penebaran benih ikan nila tersebut merupakan bagian dari implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya upaya membangun ketahanan pangan nasional. Program ini juga menjadi wujud optimalisasi pemanfaatan fasilitas SAE Panrita Lopi sebagai sarana produktif yang mengintegrasikan kegiatan ketahanan pangan dengan pembinaan kemandirian warga binaan.

Melalui pengembangan budidaya ikan nila, Lapas Bulukumba berupaya memanfaatkan potensi kolam yang tersedia untuk menghasilkan produk pangan sekaligus memberikan pengalaman praktik kepada warga binaan. Mereka diharapkan dapat mempelajari proses budidaya ikan, mulai dari pemeliharaan, pemberian pakan, pemantauan pertumbuhan, hingga pengelolaan hasil panen.

Kakanwil Ditjenpas Sulawesi Selatan, Hernowo Sugiastanto, mengapresiasi langkah Lapas Bulukumba dalam mengembangkan kegiatan produktif yang sejalan dengan agenda ketahanan pangan dan pembinaan warga binaan.

“Program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan harus mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan. Penebaran 2.000 benih ikan nila ini merupakan langkah positif dalam mendukung 15 Program Aksi Kemenimipas sekaligus berkontribusi terhadap Asta Cita Presiden RI di bidang ketahanan pangan. Kami berharap kegiatan ini dikelola dengan baik sehingga menghasilkan panen yang optimal dan menjadi sarana pembelajaran keterampilan bagi warga binaan,” ujar Hernowo.

Sementara itu, Kalapas Bulukumba, Mansur, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengoptimalkan SAE Panrita Lopi sebagai pusat kegiatan produktif yang mendukung ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian.

“Kami berkomitmen mendukung pelaksanaan 15 Program Aksi Kemenimipas melalui kegiatan nyata, salah satunya pengembangan budidaya ikan nila di SAE Panrita Lopi. Selain berkontribusi terhadap ketahanan pangan, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk belajar dan mengembangkan keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat. Kami berharap budidaya ini berjalan secara berkelanjutan dan memberikan hasil yang bermanfaat,” ungkap Mansur.

Lapas Bulukumba akan terus mengembangkan program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan dan fasilitas yang tersedia, disertai keterlibatan aktif warga binaan dalam proses pengelolaan. Dengan dukungan dan sinergi berbagai pihak, SAE Panrita Lopi diharapkan semakin berperan sebagai sarana pembelajaran, pemberdayaan, serta pengembangan keterampilan yang produktif.

Melalui langkah tersebut, Lapas Bulukumba tidak hanya berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan, tetapi juga memperkuat fungsi pemasyarakatan dalam mempersiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan, kemandirian, dan kesiapan untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat.-(*)

Editor Suaedy

br
brbr
brbrbr