Advertorial

Agregator Nasional Jajaki Kerja Sama Ekspor, Wabup Wajo: Momentum UMKM Naik Kelas ke Pasar Global

91
×

Agregator Nasional Jajaki Kerja Sama Ekspor, Wabup Wajo: Momentum UMKM Naik Kelas ke Pasar Global

Sebarkan artikel ini

WAJO, BUGISPOS.com — Upaya mendorong produk unggulan daerah menembus pasar internasional terus diperkuat. Tiga agregator nasional melakukan audiensi dan silaturahmi dengan Wakil Bupati Wajo, H. Baso Rahmanuddin, di ruang kerjanya, Kamis (26/2/2026). Pertemuan tersebut turut didampingi Ketua KADIN Wajo dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Wajo Ramadan Expo 2026 yang difokuskan pada penguatan akses pasar internasional bagi UMKM Kabupaten Wajo.

Ketiga agregator yang hadir yakni Meisy Chang, Direktur Wastra Indonesia Co. Ltd Korea Selatan; Mulianningsih, CEO Naralia Group Indonesia; serta Ahmad Broto Susilo, Direktur PT Hosindo Group.

Audiensi membahas peluang kerja sama strategis untuk memperluas penetrasi produk unggulan Wajo ke pasar global. Sejumlah isu mengemuka, mulai dari penguatan kurasi dan standarisasi mutu, peningkatan kapasitas produksi, hingga strategi distribusi dan pemasaran lintas negara.

Wakil Bupati Wajo, H. Baso Rahmanuddin, menegaskan bahwa kolaborasi dengan agregator yang memiliki jejaring nasional dan internasional merupakan langkah konkret mempercepat transformasi UMKM lokal agar semakin kompetitif.

“Kami ingin kehadiran para agregator ini benar-benar menjadi pintu masuk bagi produk Wajo ke pasar ekspor. Pemerintah daerah siap mendukung dari sisi pembinaan, fasilitasi perizinan, hingga penguatan kapasitas pelaku UMKM,” ujarnya.

Menurutnya, Wajo memiliki potensi besar, terutama pada sektor wastra, kerajinan, dan produk olahan, yang dinilai mampu bersaing di pasar global apabila didukung sistem yang terintegrasi.

Ketua KADIN Wajo, H. Darmawan Sanusi, menambahkan bahwa dunia usaha siap bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memperkuat ekosistem bisnis dan ekspor.

“Peran agregator sangat strategis sebagai penghubung antara produsen lokal dan buyer internasional. Dengan jejaring yang mereka miliki, peluang UMKM Wajo untuk menembus pasar global semakin terbuka,” katanya.

Sementara itu, Meisy Chang mengungkapkan ketertarikannya terhadap potensi wastra dan kerajinan khas Wajo untuk pasar Korea Selatan. Ia menilai produk lokal Wajo memiliki nilai budaya dan keunikan yang kuat, namun perlu konsistensi kualitas dan kontinuitas produksi.

“Korea Selatan memiliki pasar yang terbuka untuk produk etnik dan handmade. Yang terpenting adalah menjaga standar mutu, legalitas, serta kemampuan memenuhi permintaan dalam jumlah besar,” ujar Meisy.

Senada dengan itu, Mulianningsih dan Ahmad Broto Susilo menekankan pentingnya kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi standar ekspor, termasuk aspek pengemasan, sertifikasi, hingga manajemen produksi.

Pertemuan tersebut diharapkan tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan berlanjut pada kemitraan konkret dan berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan agregator nasional diyakini mampu meningkatkan daya saing UMKM Wajo sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif dan berkelanjutan. (adv)