Wajo

Antisipasi Dampak Karhutla, Pemkab Wajo Ajak Warga Jaga Kesehatan dan Cegah Kebakaran

×

Antisipasi Dampak Karhutla, Pemkab Wajo Ajak Warga Jaga Kesehatan dan Cegah Kebakaran

Sebarkan artikel ini

BugisPos, Wajo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo, Sulawesi Selatan, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat menyebabkan penurunan kualitas udara.

Bupati Wajo H. Andi Rosman, S.Sos., M.M., bersama Wakil Bupati Wajo dr. H. Baso Rahmanuddin, M.M., M.Kes., mengajak seluruh elemen masyarakat melakukan langkah pencegahan untuk melindungi kesehatan keluarga sekaligus mengantisipasi munculnya titik api.

Advertisement

Imbauan tersebut tertuang dalam surat Bupati Wajo Nomor 300.2/176/BPBD tertanggal 13 Oktober 2026. Surat itu ditujukan kepada jajaran perangkat daerah, camat, pimpinan instansi vertikal, lembaga keuangan dan perbankan, BUMN/BUMD, serta lurah dan kepala desa se-Kabupaten Wajo.

Dalam imbauan tersebut, Pemkab Wajo menyoroti potensi dampak kebakaran hutan dan lahan terhadap kualitas udara. Asap dan partikel debu halus dapat mengganggu kesehatan, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan, seperti asma.

Melalui pesan kewaspadaan bertajuk Waspada Kabut Asap, pemerintah daerah mengajak masyarakat mengutamakan keselamatan dan kesehatan selama musim kemarau.

Salah satu langkah yang ditekankan adalah membatasi aktivitas di luar ruangan apabila tidak ada keperluan mendesak, terutama ketika kabut asap semakin pekat atau kualitas udara memburuk.

Imbauan ini perlu menjadi perhatian khusus bagi kelompok rentan yang berisiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker yang menutupi hidung dan mulut dianjurkan untuk membantu mengurangi paparan partikel debu dan asap.

Selain itu, masyarakat diminta menjaga daya tahan tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih, mengonsumsi makanan bergizi, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Pemkab Wajo juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan kesehatan yang muncul saat kondisi udara kurang baik.

Warga yang mengalami sesak napas, batuk berat, nyeri dada, atau iritasi mata yang mengganggu diimbau segera mencari pertolongan medis di puskesmas, klinik, atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Langkah tersebut diharapkan membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap dan debu, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak.

Selain mengantisipasi dampak kabut asap, Bupati Wajo mengajak masyarakat berperan aktif mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Masyarakat diimbau tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta tidak membuang puntung rokok di tempat yang berpotensi memicu kebakaran.

Langkah pencegahan tersebut penting dilakukan selama musim kemarau, ketika kondisi lingkungan yang kering dapat meningkatkan risiko api menjalar dan meluas.

Pencegahan karhutla, menurut imbauan pemerintah daerah, membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat terkait, hingga masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Kesadaran untuk menghindari pembakaran yang tidak terkendali menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan, mengurangi risiko kebakaran, dan melindungi masyarakat dari dampak asap.

Pemkab Wajo berharap warga turut menjaga lingkungan sekitar serta segera melaporkan kepada aparat atau instansi terkait apabila menemukan indikasi kebakaran maupun titik api.

Untuk memastikan pesan kewaspadaan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, camat, lurah, dan kepala desa diharapkan menyosialisasikan imbauan tersebut di wilayah masing-masing.

Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi karhutla dan dampaknya terhadap kesehatan.

Koordinasi antara pemerintah daerah, perangkat wilayah, instansi terkait, dan masyarakat juga diperlukan agar langkah pencegahan dapat dilakukan secara konsisten.

Masyarakat diharapkan mengikuti informasi resmi mengenai kondisi kualitas udara dan perkembangan situasi kebakaran dari instansi berwenang.

Melalui imbauan tersebut, Pemkab Wajo mengajak seluruh masyarakat menjadikan perlindungan kesehatan dan pencegahan kebakaran sebagai tanggung jawab bersama.

Dengan meningkatkan kewaspadaan, mengurangi paparan asap, serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, risiko karhutla diharapkan dapat diminimalkan sehingga kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Wajo tetap terjaga. (adv)

br
brbr
brbrbr