BugisPos, Makassar — Majalah Suara PGRI akan segera diluncurkan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sulawesi Selatan.
Hal ini mengemuka, saat Rapat Pleno Diperluas PGRI Sulsel, Jumat (6/2/2026) di Gardenia Hills Hotel Claro Makassar yang dipimpin langsung oleh Ketua PGRI Sulsel Prof Hasnawi Haris didampingi oleh Sekretaris Umum PGRI Sulsel Dr Abdi dan sekaligus memandu jalannya rapat.
Dalam rapat pembuka, Prof Hasnawi Haris menyampaikan beberapa agenda yang dibahas, di antaranya, penerbitan Majalah Suara PGRI, pengadaan Sekretariat PGRI Sulsel serta KTA Digital PGRI Sulsel.
Dalam arahannya, Prof Hasnawi yang juga Ketua IPSI Sulsel ini menyampaikan bahwa Majalah Suara PGRI adalah media resmi dan internal PGRI Sulsel.
“Jadi kehadiran media ini, sebagai media resmi milik PGRI Sulsel. Ini adalah media kita bersama,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa selain Majalah Suara PGRI, yang beredar dan mengatasnamakan PGRI Sulsel, bukan merupakan perwakilan dari organisasi pahlawan tanpa tanda jasa ini.
Sekretaris Dewan Pendidikan Sulsel ini juga menerangkan mengapa memakai nama Suara PGRI untuk media internal PGRI Sulsel.
“Ini untuk menegaskan bahwa media ini adalah milik kita, dan juga cakupannya juga bisa lebih luas, bukan hanya guru semata akan tetapi bisa lebih luas lagi,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Biro Infokom PGRI Sulsel Dr Yahya Mustafa menyatakan bahwa kehadiran Majalah Suara PGRI ini bukan hanya sekedar media internal semata, akan tetapi ini juga ajang komunikasi, penyaluran bakat menulis serta sharing pembelajaran bagi seluruh anggota PGRI.
Majalah yang rencananya akan terbit 44 halaman full colour ini, berisi beberapa rubrik di antaranya, Laporan Utama, Lensa PGRI, Sosok dan Opini serta berbagai rubrik menarik lainnya.
“Kami menyediakan 24 halaman untuk diisi oleh PGRI Kabupaten Kota dan memungkinkan untuk menuliskan seluruh kegiatan yang ada di kabupaten atau kota masing-masing,” ujar Dosen Ilmu Komunikasi Unismuh Makassar dan Mantan Wartawan Harian Pedoman Rakyat ini.
Ia juga menyampaikan bahwa, Kepala Biro Infokom masing-masing PGRI Kabupaten/Kota otomatis akan menjadi penanggung jawab pemberitaan Suara PGRI di daerah.
“Tentu setelah ini, kami akan rapat internal lagi dengan kawan-kawan Infokom PGRI Kabupaten Kota untuk membicarakan teknis pelaksanaan serta kemungkinan coaching tentang penulisan,” urainya.
“Dalam pengelolaan Majalah Suara PGRI ini, kami juga dibantu oleh tenaga-tenaga professional yang memang bergelut di dunia media, seperti Mahyuddin (Pedoman Rakyat), Nasrullah (Ex Harian Fajar) dan Arwan D. Awing (Direktur BugisPos Group,” terang Dr Yahya.”Kami berharap agar Majalah Suara PGRI ini dapat menjadi ajang penyampaian informasi pendidikan dari kawan-kawan anggota PGRI di seluruh Indonesia,” pungkasnya.












