BugisPos, Wajo _ Di tengah kekhawatiran akan menurunnya kepedulian generasi muda terhadap lingkungan, sebuah pemandangan sederhana namun bermakna terlihat di SMAN 3 Wajo, Kamis, 5 Februari 2026. Serka Muslimin, Babinsa Koramil 1406-01/Tempe, berbaur bersama siswa-siswi melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas bersih-bersih. Kehadiran Babinsa di tengah para pelajar memberi pesan kuat bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, lintas usia dan profesi. Saat Serka Muslimin ikut memungut sampah dan membersihkan selokan, ia sekaligus menanamkan nilai keteladanan yang sering kali lebih efektif daripada sekadar nasihat.
Sekolah, sebagai ruang pembentukan karakter, membutuhkan contoh nyata. Kerja bakti bersama Babinsa menjadi sarana pendidikan informal yang mengajarkan disiplin, gotong royong, dan rasa memiliki terhadap lingkungan. Lingkungan yang bersih bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga mencerminkan budaya hidup sehat dan tertib.
Motivasi yang disampaikan Serka Muslimin kepada para siswa agar menjaga kebersihan di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggalnya menegaskan pentingnya kesinambungan perilaku. Kepedulian lingkungan tidak boleh berhenti di pagar sekolah, tetapi harus dibawa ke kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat.
Kegiatan seperti ini patut diapresiasi dan direplikasi. Sinergi antara TNI melalui Babinsa dan dunia pendidikan menunjukkan bahwa pembentukan karakter generasi muda tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak agar nilai kepedulian, tanggung jawab, dan kebersamaan tumbuh kuat di Kabupaten Wajo.
Sudah saatnya kerja bakti dan kepedulian lingkungan tidak dipandang sebagai kewajiban sesaat, melainkan sebagai budaya bersama. Sekolah, aparat kewilayahan, dan masyarakat perlu terus bergandengan tangan menghadirkan aksi nyata, karena dari lingkungan yang bersih lahir generasi yang sehat, disiplin, dan berkarakter.












