Bugispos.com, Sulbar – Aura khidmat menyelimuti Aula A Kantor Bupati Mamuju Tengah saat Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Mahyuddin, membuka secara resmi Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi Tahun 1447 H / 2026 M. Pada hari Sabtu, 7 Februari 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah awal krusial bagi 226 calon tamu Allah asal Bumi Lalla Tassisara tersebut untuk mematangkan persiapan spiritual dan fisik mereka. Berikut adalah poin-poin penting dari agenda tersebut:
Sebanyak 146 jamaah perempuan dan 80 jamaah laki-laki yang siap diberangkatkan. Selain kesiapan personil, Mahyuddin membawa kabar gembira terkait pemangkasan masa tunggu haji di wilayahnya.
Berkat kebijakan terbaru, masa tunggu haji yang sebelumnya mencapai 44 tahun, kini terpangkas signifikan menjadi sekitar 26 tahun.
Mahyuddin secara khusus menyoroti keselarasan angka tahun keberangkatan (2026) dengan jumlah jamaah (226) sebagai simbol harapan dan keberkahan bagi seluruh peserta.
Hal yang paling mencuri perhatian dalam musim haji kali ini adalah keberagaman usia jamaah Mamuju Tengah yang mencetak rekor di tingkat provinsi:
Jamaah Tertua: Berusia 96 tahun, yang menjadi simbol semangat dan panjang umur bagi jamaah lainnya.
Jamaah Termuda: Berusia 15 tahun, menunjukkan antusiasme ibadah sejak usia belia.
Mamuju Tengah patut bangga karena pemegang rekor usia tertua sekaligus termuda di Sulawesi Barat berasal dari kabupaten ini.
“Alhamdulillah, keberadaan jamaah kita yang berusia 96 tahun dan 15 tahun ini adalah sebuah kebanggaan. Ini membuktikan bahwa semangat ibadah di Mamuju Tengah sangat luar biasa lintas generasi,” ungkap Mahyuddin dalam sambutannya.(*)












