WAJO , BUGISPOS.com – Bupati Wajo, H. Andi Rosman, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Pesta Panen Mattojang di Kelurahan Cempalagi, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil panen sekaligus mempererat kebersamaan dan melestarikan tradisi budaya lokal.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pertanian, Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Tempe, Lurah Cempalagi, Lurah Pattirosompe, serta sejumlah tokoh masyarakat dan warga setempat.
Dalam sambutannya, Bupati Wajo Andi Rosman menyampaikan bahwa Pesta Panen Mattojang bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil pertanian yang diperoleh masyarakat.
Menurutnya, kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan adat dan budaya seperti ini merupakan bagian penting dalam menjaga hubungan sosial serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat.
“Pesta panen hari ini membuktikan bahwa kebersamaan yang kita miliki diwujudkan melalui rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil panen yang kita peroleh,” ujarnya.
Bupati Siapkan Rencana Pembangunan Jalan Tani
Pada kesempatan tersebut, Andi Rosman juga menyampaikan rencana pembangunan jalan tani di Kelurahan Cempalagi sebagai bagian dari upaya mendukung aktivitas pertanian masyarakat.
Ia meminta pemerintah kelurahan segera menyiapkan proposal sebagai langkah awal untuk menindaklanjuti rencana pembangunan tersebut.
“Untuk Lurah Cempalagi, saya minta proposal dalam satu minggu ke depan. Insyaallah, saya akan bangunkan jalan tani di Kelurahan Cempalagi,” tegasnya.
Rencana tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan aksesibilitas kawasan pertanian, sehingga mobilitas petani dan pengangkutan hasil panen dapat berjalan lebih lancar.
Pemerintah kelurahan diharapkan segera memenuhi persyaratan administrasi yang diperlukan agar usulan pembangunan dapat diproses sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Ajak Masyarakat Bersama Membangun Wajo
Bupati Andi Rosman juga mengajak masyarakat Kelurahan Cempalagi untuk terus memberikan dukungan dan doa kepada pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program pembangunan.
Ia menegaskan bahwa upaya pembangunan membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat agar program-program yang direncanakan dapat berjalan sesuai harapan.
“Saya juga minta kepada masyarakat Kelurahan Cempalagi untuk selalu mendoakan pemerintah. Saya bersama Wakil Bupati Wajo sedang berjuang bagaimana memberikan yang terbaik kepada seluruh masyarakat Wajo,” tuturnya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kelurahan, dan masyarakat merupakan salah satu unsur penting dalam mendorong pembangunan yang menyentuh kebutuhan warga.
Lestarikan Tradisi, Perkuat Kebersamaan
Usai menyampaikan sambutan, Bupati Wajo turut menaiki tojang dan mengikuti tradisi Mattojang bersama masyarakat. Kehadirannya di tengah warga menambah semarak kegiatan sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan tradisi budaya lokal.
Pesta Panen Mattojang menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat untuk mensyukuri hasil pertanian, menjaga warisan budaya, serta menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan pembangunan di wilayah mereka.
Melalui momentum tersebut, harapan terhadap peningkatan infrastruktur pertanian, khususnya akses jalan tani, turut mengemuka sebagai salah satu kebutuhan masyarakat dalam mendukung kegiatan produksi dan distribusi hasil pertanian.
Pemerintah Kabupaten Wajo diharapkan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kelurahan dan masyarakat dalam mengidentifikasi kebutuhan prioritas, sehingga pembangunan dapat berjalan sesuai perencanaan dan memberikan manfaat bagi warga.
Dengan semangat kebersamaan dan pelestarian budaya, Pesta Panen Mattojang di Kelurahan Cempalagi tidak hanya menjadi perayaan atas hasil panen, tetapi juga momentum memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah.




br






br
br






br
br
br