Advertorial

Dari Wajo ke Panggung Nasional: Sentuhan Emas Tangan Kreatif Persit Angkat Tenun Sutera Sengkang

×

Dari Wajo ke Panggung Nasional: Sentuhan Emas Tangan Kreatif Persit Angkat Tenun Sutera Sengkang

Sebarkan artikel ini

BugisPos, Wajo – Semangat pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali digaungkan melalui karya nyata anggota Persit Kartika Chandra Kirana. Dari tanah Bugis, Kabupaten Wajo, sosok inspiratif Ibu Masniati hadir sebagai penenun berbakat yang siap membawa warisan budaya lokal, tenun sutera Sengkang, ke panggung nasional.

Sebagai istri dari Sertu Suparto Patopoi, anggota Kodim 1406/Wajo, Ibu Masniati menunjukkan dedikasi tinggi dalam melestarikan kain tenun sutera khas Sengkang yang telah lama menjadi identitas budaya masyarakat Bugis. Melalui keterampilan yang diwariskan secara turun-temurun, ia tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga berkontribusi dalam penguatan ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar.

Ibu Masniati merupakan bagian dari Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIV Dim 1406 Wajo Koorcab Rem 141 PD XIV/Hasanuddin. Dengan mengusung tem nia “Mendukung UMKM Nasional Melalui Tangan Kreatif Persit Melestarikan Warisan Budaya Wajo”, karya-karya tenun sutera yang dihasilkannya mencerminkan perpaduan antara keindahan estetika dan nilai kearifan lokal yang sarat makna filosofis.

Produk unggulan tenun sutera Sengkang hasil karyanya dijadwalkan tampil dalam ajang bergengsi “Persit Bisa Berdaya dan Berkarya”, sebuah pameran produk kreatif nasional yang akan diselenggarakan di Balai Kartini Expo pada 7–9 Mei 2026. Kegiatan tahunan yang diinisiasi oleh Persit Kartika Chandra Kirana Pusat ini menjadi wadah strategis untuk mendorong kreativitas, inovasi, serta kemandirian ekonomi anggota Persit di seluruh Indonesia.

Partisipasi Ibu Masniati tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Kodim 1406/Wajo, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan UMKM daerah. Di tengah arus modernisasi, sentuhan tradisional yang dihadirkan melalui tenun sutera Sengkang menjadi bukti bahwa budaya lokal tetap relevan, adaptif, dan memiliki daya saing tinggi di pasar nasional bahkan internasional.

Lebih dari sekadar produk fesyen, tenun sutera Sengkang merepresentasikan identitas budaya dan sejarah panjang masyarakat Bugis. Setiap motif dan warna mengandung filosofi tentang kehidupan, kehormatan, serta harmoni sosial, menjadikannya tidak hanya bernilai ekonomis tetapi juga bernilai budaya yang tinggi.

Melalui semangat kolaborasi dan pemberdayaan, Persit terus membuktikan perannya sebagai motor penggerak ekonomi kreatif berbasis keluarga prajurit sekaligus penjaga warisan budaya bangsa. Upaya ini sejalan dengan komitmen untuk memperkuat UMKM sebagai pilar penting dalam pembangunan ekonomi nasional.

Dengan tampilnya karya Ibu Masniati di ajang nasional tersebut, diharapkan tenun sutera Sengkang semakin dikenal luas dan mampu menembus pasar global, membawa nama Kabupaten Wajo sebagai salah satu pusat warisan budaya tekstil Indonesia.

“Dari tangan kreatif Persit, warisan budaya Wajo terus hidup dan mendunia.”