BugisPos, Makasar — Plt Kepala Seksi Angkutan Umum Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar, Abd Razaq Rasyid, menghadiri kegiatan Evaluasi Pencapaian Target SDG’s Semester I Tahun 2025 yang digelar di Ruang Rapat Sipakalebbi Lantai 2, Kantor Balai Kota Makassar, Rabu 19 November 2025.
Kegiatan ini digelar untuk menilai capaian program berkelanjutan yang menjadi fokus Pemerintah Kota Makassar, khususnya pada sektor transportasi.
Dalam keterangannya, Abd Razaq menjelaskan bahwa evaluasi ini menjadi bagian penting untuk mengukur kinerja Dishub dalam mendukung pencapaian indikator SDG’s bidang transportasi.
“Tujuan utama evaluasi ini adalah melihat sejauh mana capaian program yang berkelanjutan, khususnya penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan. Itu yang masuk dalam SDG’s untuk Dishub Makassar,” ujarnya.
Program yang dievaluasi meliputi kegiatan penyediaan angkutan umum untuk jasa angkutan orang dan/atau barang dalam wilayah kota.
Selain itu, ia menuturkan bahwa indikator yang dinilai adalah ketersediaan armada sebagai upaya memenuhi kebutuhan layanan transportasi publik.
“Indikator sub kegiatannya adalah jumlah armada angkutan umum yang tersedia. Untuk tahun ini, targetnya adalah 5 unit kendaraan operasional bus sekolah gratis,” jelasnya.
Adapun anggaran sub kegiatan tersebut tercatat sebesar Rp130.643.000, dengan realisasi hingga Oktober mencapai Rp125.965.500 atau 95,68%.
“Realisasinya sudah mencapai 95,68 persen. Ini menunjukkan program berjalan baik dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Bus sekolah gratis sebagai program prioritas Wali Kota Makassar melayani lima koridor, yakni, Untia–Daya, Daya–Sentral/Karebosi, Mallengkeri–Sentral/Karebosi, Panakkukang–Karebosi–Sentral, serta Antang–Karebosi–Sentral.
Menurutnya, minat pelajar untuk menggunakan layanan ini sangat tinggi.
“Rata-rata load factor bus sekolah itu di atas 100 persen setiap hari. Artinya, minat anak sekolah memanfaatkan layanan ini sangat besar,” imbuh Razaq.
Ia menambahkan bahwa evaluasi load factor dilakukan setiap bulan untuk memastikan pelayanan tetap optimal.
“Target kita itu 28 seat per bus, dan rata-rata terisi penuh bahkan lebih. Ke depan, kita berharap rutenya bisa lebih konsisten dan anak sekolah terus memanfaatkan fasilitas ini,” bebernya.












