Pos Sulbar

Dorong Penguatan Layanan Kesehatan, DKPPKB Sulbar Lakukan ki Penilaian Puskesmas Kawasan Terpencil di Polewali Mandar

115
×

Dorong Penguatan Layanan Kesehatan, DKPPKB Sulbar Lakukan ki Penilaian Puskesmas Kawasan Terpencil di Polewali Mandar

Sebarkan artikel ini

Bugispos, Polewali Mandar – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan penilaian terhadap sejumlah puskesmas yang diusulkan menjadi Puskesmas Kawasan Terpencil di Kabupaten Polewali Mandar. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari permohonan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar melalui Dinas Kesehatan.

Langkah ini sejalan dengan misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam memperkuat pelayanan dasar masyarakat dan meningkatkan pemerataan pembangunan, khususnya di sektor kesehatan. Penguatan pelayanan kesehatan primer di wilayah terpencil menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat Sulawesi Barat yang lebih sehat dan sejahtera.

Terdapat empat puskesmas yang diusulkan untuk mendapatkan status kawasan terpencil, yakni Puskesmas Tutallu, Puskesmas Tutar, Puskesmas Bulo, dan Puskesmas Matangnga. Penilaian dilaksanakan pada tanggal 3 hingga 6 Maret 2026 di wilayah kerja masing-masing puskesmas.

Usulan tersebut diajukan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah agar puskesmas di wilayah dengan keterbatasan akses dapat memperoleh dukungan kebijakan dan pembiayaan, termasuk menjadi pertimbangan bagi BPJS Kesehatan dalam mendukung skema kapitasi untuk Puskesmas Kawasan Terpencil pada tahun 2026.

Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim menyampaikan bahwa kegiatan penilaian ini merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa puskesmas yang berada di wilayah sulit dijangkau tetap mendapatkan perhatian dalam penguatan pelayanan kesehatan dasar.

“Penilaian ini dilakukan untuk memastikan bahwa puskesmas yang berada di wilayah dengan keterbatasan akses geografis dapat teridentifikasi secara objektif sebagai kawasan terpencil. Dengan penetapan tersebut, diharapkan dukungan pembiayaan dan penguatan layanan kesehatan primer dapat lebih optimal sehingga masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar dr. Anita, MARS menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang telah menurunkan tim untuk melakukan penilaian lapangan terhadap puskesmas yang diusulkan.

“Kami berharap melalui proses penilaian ini, puskesmas yang berada di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang dapat ditetapkan sebagai Puskesmas Kawasan Terpencil sehingga mendapatkan dukungan kebijakan dan pembiayaan yang lebih memadai. Hal ini sangat penting untuk memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah tersebut,” ungkapnya.

Salah satu anggota tim penilai dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, Ahmad, yang turun langsung melakukan verifikasi lapangan menyampaikan bahwa penilaian dilakukan secara menyeluruh terhadap berbagai indikator yang telah ditetapkan.

“Penilaian ini tidak hanya melihat kondisi fasilitas puskesmas, tetapi juga mempertimbangkan aksesibilitas wilayah, jarak tempuh masyarakat, kondisi geografis, serta ketersediaan sumber daya kesehatan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa penetapan status kawasan terpencil benar-benar menggambarkan kondisi riil di lapangan,” jelas Ahmad.

Ia menambahkan, hasil penilaian lapangan nantinya akan menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam memperkuat dukungan terhadap puskesmas di wilayah terpencil, sehingga pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat dapat semakin ditingkatkan.

Melalui kegiatan ini diharapkan upaya pemerataan pelayanan kesehatan di wilayah terpencil Kabupaten Polewali Mandar dapat semakin diperkuat, sehingga masyarakat di daerah dengan keterbatasan akses tetap memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas. (*)