BugisPos, Wajo — Festival Danau Tempe (FDT) 2026 resmi berakhir. Bupati Wajo Andi Rosman menutup rangkaian festival yang berlangsung selama hampir dua pekan di Lapangan Merdeka Sengkang, Senin (5/10/2026) malam.
Festival yang mengusung tema “Falisu Sumangena Tanah Wajo” itu digelar sejak 23 September hingga 5 Oktober 2026.
Bukan hanya menghadirkan berbagai kegiatan budaya dan hiburan, Festival Danau Tempe 2026 juga disebut memberikan dampak langsung terhadap perputaran ekonomi masyarakat.
Bupati Wajo Andi Rosman mengungkapkan, transaksi yang beredar melalui stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) selama festival mencapai hampir Rp2 miliar.
“Selama kegiatan ini, alhamdulillah uang yang beredar melalui tenan UMKM sebanyak hampir Rp2 miliar,” kata Andi Rosman dalam sambutannya.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan berskala daerah dapat menjadi salah satu ruang untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.
Andi Rosman juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Festival Danau Tempe 2026.
Ia menyebut seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.
“Alhamdulillah secara keseluruhan berjalan lancar, tertib, khususnya situasi Kamtibmas,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, jajaran Pemerintah Kabupaten Wajo, panitia, pelaku UMKM, organisasi kepemudaan, komunitas, serta masyarakat yang ikut menyukseskan festival.
“Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, jajaran Pemerintah Kabupaten Wajo, serta berbagai pihak yang telah memberikan dukungan, baik moril maupun materil,” kata Andi Rosman.
Secara khusus, ia memberikan apresiasi kepada Ketua Kadin Sulsel Andi Iwan Darmawan Aras, Ketua HIPMI Sulsel Andi Amar Maruf Sulaiman, Kadin Kabupaten Wajo, HIPMI Kabupaten Wajo, Karang Taruna Kabupaten Wajo, organisasi kepemudaan, serta Ikatan Alumni SMAN 2 Sengkang–SMAN 3 Wajo.
Dalam sambutannya, Andi Rosman juga menyoroti kegiatan Wajo Bersalawat yang menjadi salah satu rangkaian Festival Danau Tempe.
Menurut dia, kegiatan tersebut memberikan nuansa spiritual sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.
“Dengan simbol Yassiwajori, kembali membuktikan bahwa semangat persatuan kita tak bisa dipisahkan. Itulah sebabnya apa yang kita laksanakan hari ini memberi dampak positif kepada seluruh lapisan, khususnya masyarakat Wajo,” tuturnya.
Penutupan festival turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Wajo Fatmawati Amin, Wakil Bupati Wajo dr Baso Rahmanuddin, Wakil Ketua Tim PKK Andi Hidayati Burhanuddin, serta unsur Forkopimda.
Hadir pula Kapolres Wajo AKBP Douglas Mahendrajaya, Dandim 1406 Wajo Letkol Inf Hariyanto, Ketua DPRD Wajo Firmansyah Perkesi, perwakilan Pengadilan Negeri Sengkang, Pengadilan Agama Sengkang, Kementerian Agama Kabupaten Wajo, anggota DPRD, kepala OPD, unsur Forkopimca Kecamatan Tempe, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tamu undangan.
Suasana penutupan semakin meriah dengan penampilan Ashari Sitaba, pelantun lagu Bugis-Makassar yang belakangan viral.
Penampilan tersebut menjadi hiburan bagi masyarakat sekaligus menandai berakhirnya seluruh rangkaian Festival Danau Tempe 2026.
Dengan berakhirnya festival, Pemerintah Kabupaten Wajo berharap momentum tersebut tidak hanya memperkuat promosi budaya dan pariwisata daerah, tetapi juga terus memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat. (adv)




br






br
br






br
br
br