BugisPos, Bulukumba.— Polres Bulukumba terus memberikan perhatian terhadap pembinaan mental dan spiritual para tahanan. Salah satunya melalui kegiatan bimbingan rohani dan mental (Binrohtal) yang dirangkaikan Dzikir dan sholawat bersama.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (8/10/2026), dengan menghadirkan Kaur Bin Ops (KBO) Satuan Binmas Polres Bulukumba, Ipda Nuryanto Nur, untuk memberikan tausiah dan motivasi kepada para tahanan.
Dalam tausiah-nya, Ipda Nuryanto mengajak para tahanan untuk tidak berputus asa dari rahmat Allah SWT serta menjadikan proses yang sedang dijalani sebagai momentum untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri.
“Orang yang ada di sini adalah orang-orang yang kuat. Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Setiap langkah yang kita jalani adalah sebuah proses yang telah diukur oleh Allah SWT, karena Allah tidak akan membebani hamba-Nya di luar kemampuannya,” tutur Ipda Nuryanto.
Ia juga mengingatkan bahwa kondisi yang sedang dihadapi saat ini bukanlah penentu masa depan seseorang. Menurutnya, setiap orang memiliki kesempatan untuk bangkit dan menjadi pribadi yang lebih baik.
“Bangkitlah, ini adalah sebuah permulaan yang baru. Apa yang sedang dijalani hari ini bukan penentu masa depan. Teruslah berubah dan berusaha menjadi lebih baik,” pesannya.
Lebih lanjut, Ipda Nuryanto menyampaikan bahwa masa menjalani proses hukum hendaknya tidak hanya dipandang sebagai bentuk hukuman, tetapi juga dapat menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi diri dan membangun perubahan positif.
“Penjara bukan sekadar hukuman, tetapi bisa menjadi ruang untuk belajar, introspeksi dan mempersiapkan diri menjadi insan yang lebih baik,” tambahnya.
Kegiatan Binrohtal tersebut diharapkan dapat memberikan ketenangan dan penguatan mental serta spiritual bagi para tahanan, sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menjalani proses hukum dengan baik dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.
Polres Bulukumba berkomitmen untuk terus mengedepankan pembinaan yang humanis, termasuk melalui pendekatan keagamaan sebagai bagian dari upaya pembinaan terhadap para tahanan.-(*)
Editor Suaedy




br






br
br






br
br
br