MAKASSAR, BUGISPOS.com — Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Wajo terus memperkuat konsolidasi organisasi menjelang Pemilu 2029. Terbaru, Muhammad Lukman, pengusaha karangan bunga di Kabupaten Wajo sekaligus menantu mantan anggota DPRD Wajo, resmi menyatakan diri bergabung dengan PSI.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI yang digelar di Hotel Claro Makassar. Dalam agenda tersebut, PSI Wajo juga melaporkan perkembangan struktur kepengurusan partai hingga tingkat kabupaten/kota.
Di bawah kepemimpinan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Wajo Ikhsan AR, partai berlambang gajah ini dinilai mulai menjadi magnet baru dalam dinamika politik lokal di Kabupaten Wajo.
Ketua Harian PSI Wajo, Muhammad Ferdhy Asdana, mengatakan pembentukan struktur kepengurusan partai terus berjalan dan mulai diisi oleh berbagai tokoh potensial dari lintas latar belakang.
“Selamat bergabung brotherku Muhammad Lukman. Beliau pengusaha karangan bunga di Kabupaten Wajo, sekaligus menantu mantan camat dan menantu mantan anggota DPRD Wajo. Semoga bisa meneruskan kebaikan-kebaikan keluarganya untuk Wajo,” ujar Ferdhy.
Menurut Ferdhy, komposisi kepengurusan PSI Wajo diisi oleh mantan anggota DPRD, eks birokrat, pengusaha, kalangan milenial, serta memenuhi keterwakilan perempuan hingga 40 persen, sesuai dengan komitmen partai terhadap inklusivitas.
Ia menegaskan PSI Wajo terbuka bagi siapa pun yang ingin bergabung dan berkontribusi dalam politik yang bersih dan berorientasi pada kepentingan publik.
“Siapapun kami terbuka untuk bergabung di PSI Wajo. Kami punya target masuk tiga besar pada Pemilu 2029,” kata Ferdhy.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Sulawesi Selatan, Muammar Gandi Rusdi, menekankan pentingnya nilai dasar dalam berpolitik. Hal tersebut disampaikannya dalam konsolidasi struktur partai di Kabupaten Luwu Timur, Sabtu (20/9/2025).
“Politik itu ada tiga: integritas, komunikasi, dan aksi nyata,” ujar Muammar Gandi Rusdi.
Putra politisi Partai NasDem Rusdi Masse tersebut menilai ketiga prinsip itu menjadi fondasi utama bagi kader PSI dalam membangun kepercayaan publik, termasuk di daerah.












