Advertorial

Musrenbang Keera–Pitumpanua 2027, DPRD Kawal Aspirasi Infrastruktur dan Pendidikan

86
×

Musrenbang Keera–Pitumpanua 2027, DPRD Kawal Aspirasi Infrastruktur dan Pendidikan

Sebarkan artikel ini

WAJO, BUGISPOS.com — Anggota DPRD Kabupaten Wajo, Hj. Andi Suleha Selle, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 tingkat Kecamatan Keera dan Pitumpanua, Selasa (24/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Pitumpanua dan Keera tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Wajo, dr. Baso Rahmanuddin, Ketua PKK Wajo Hj. Fatmawati Andi Rosman, Wakil Ketua PKK Wajo, jajaran pimpinan OPD, camat, lurah, kepala desa, serta tokoh masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Andi Suleha menegaskan bahwa Musrenbang merupakan forum strategis dalam sistem perencanaan pembangunan daerah. Melalui forum tersebut, aspirasi masyarakat diselaraskan dengan arah kebijakan pemerintah daerah agar program yang dirumuskan benar-benar tepat sasaran.

“Musrenbang menjadi wadah penting untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan riil masyarakat. DPRD Kabupaten Wajo berkomitmen mengawal setiap hasil Musrenbang agar tetap selaras dengan kemampuan keuangan daerah dan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tegas legislator Komisi IV tersebut.

Politisi Partai NasDem dari Dapil IV Wajo (Pitumpanua–Keera) itu juga mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dalam menyampaikan usulan, khususnya terkait pembangunan infrastruktur jalan, peningkatan fasilitas pendidikan, serta pelayanan dasar lainnya.

Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin, menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum menyelaraskan visi pembangunan daerah dengan kebutuhan nyata masyarakat di tingkat kecamatan.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Wajo berkomitmen memastikan setiap program yang diusulkan tetap mengacu pada skala prioritas dan kemampuan fiskal daerah.

“Kita ingin perencanaan tahun 2027 benar-benar terukur, realistis, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Infrastruktur tetap menjadi prioritas, tetapi kita juga mendorong penguatan sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi,” ujar Baso.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat menjadi kunci agar pembangunan berjalan efektif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wajo, Alamsyah, menyampaikan bahwa sejumlah usulan dari Kecamatan Keera dan Pitumpanua masih didominasi kebutuhan rehabilitasi ruang kelas, peningkatan sarana prasarana sekolah, serta penguatan kompetensi tenaga pendidik.

Menurut Alamsyah, pihaknya akan melakukan verifikasi dan pemetaan prioritas agar intervensi anggaran benar-benar menyasar sekolah yang membutuhkan.

“Kami memastikan setiap usulan bidang pendidikan akan dikaji berdasarkan data kondisi riil di lapangan. Target kami bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas pembelajaran dan karakter peserta didik,” jelasnya.

Ia menegaskan, pembangunan sektor pendidikan menjadi investasi jangka panjang yang harus berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur.

Andi Suleha menutup dengan optimisme bahwa kolaborasi yang terbangun dalam Musrenbang akan memperkuat arah pembangunan Kabupaten Wajo ke depan.

“Dengan komunikasi yang terbuka dan sinergi yang solid antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat, kita optimistis pembangunan Wajo 2027 akan semakin terarah dan berpihak pada kebutuhan rakyat,” pungkasnya.