Bugispos, Polewali Mandar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus mendorong pemerataan akses pendidikan menengah atas di seluruh wilayah Sulawesi Barat melalui salah satu langkah konkret yang kini dipersiapkan adalah pembangunan SMA Negeri 2 Wonomulyo di Desa Nepo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.
Sebagai bagian dari tahapan persiapan pembangunan, Dinas Pendidikan Sulawesi Barat bersama Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Perhubungan (Perkimtanhub) Sulawesi Barat melakukan peninjauan langsung terhadap lahan yang dipersiapkan untuk pembangunan sekolah.
Peninjauan lapangan pada Selasa (6/10) tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pertanahan Disperkimtanhub Sulawesi Barat, Fauzan. Tim melakukan pengecekan terhadap kondisi lahan sekaligus melihat kesiapan aset yang akan dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan fasilitas pendidikan baru tersebut.
“Lahan yang ditinjau merupakan bagian dari aset Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dengan luas keseluruhan sekitar 5 hektare,” kata Fauzan.
Dari total aset tersebut, sekitar 1 hektare direncanakan untuk dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan SMA Negeri 2 Wonomulyo.
“Pemanfaatan lahan tersebut menjadi bagian penting dalam rencana Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk menambah fasilitas pendidikan menengah atas di Kecamatan Wonomulyo”, ungkapnya.
Gubernur Sulbar SDK Dorong Penambahan Sekolah di Wonomulyo
Rencana pembangunan SMA Negeri 2 Wonomulyo tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terhadap kebutuhan pendidikan masyarakat di wilayah tersebut.
Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), menekankan bahwa pembangunan pendidikan harus memperhatikan kebutuhan masyarakat dan ketersediaan layanan pendidikan di setiap wilayah.
Dalam konteks rencana pembangunan SMA Negeri 2 Wonomulyo, pemerintah provinsi mendorong agar penambahan sekolah dapat menjadi solusi untuk memperluas akses dan daya tampung pendidikan menengah atas bagi masyarakat Kecamatan Wonomulyo.
“Pemerintah harus memastikan anak-anak kita mendapatkan akses pendidikan yang baik. Karena itu, kebutuhan sekolah di setiap wilayah harus kita lihat berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Kalau memang diperlukan penambahan sekolah, tentu harus kita persiapkan dengan baik, termasuk lahannya, sarana prasarananya dan tenaga pendidiknya,” kata Suhardi Duka.
Komitmen tersebut sejalan dengan perhatian Gubernur Suhardi Duka terhadap persoalan pendidikan di Sulawesi Barat.
Dalam sejumlah kesempatan, ia menegaskan pentingnya pembenahan layanan pendidikan, mulai dari institusi, kualitas pendidikan hingga guru.
Dengan kondisi Kecamatan Wonomulyo yang memiliki jumlah penduduk cukup besar, penambahan sekolah menengah atas dinilai menjadi salah satu kebutuhan yang perlu dipersiapkan secara bertahap.
Wonomulyo Miliki Luas 76,48 Kilometer Persegi
Kecamatan Wonomulyo merupakan salah satu wilayah dengan aktivitas masyarakat yang cukup tinggi di Kabupaten Polewali Mandar.
Berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Polewali Mandar, Kecamatan Wonomulyo memiliki luas wilayah sekitar 76,48 kilometer persegi.
Data BPS dalam Kecamatan Wonomulyo Dalam Angka 2024 mencatat jumlah penduduk sebanyak 52.311 jiwa.
Sementara berdasarkan data administrasi kependudukan Semester I Tahun 2025, jumlah penduduk Kecamatan Wonomulyo tercatat mencapai sekitar 53.110 jiwa.
Besarnya jumlah penduduk tersebut menunjukkan kebutuhan terhadap pelayanan dasar, termasuk pendidikan, yang juga terus berkembang.
Saat ini, masyarakat Kecamatan Wonomulyo hanya memiliki satu SMA Negeri, sehingga penambahan SMA Negeri baru diharapkan dapat memberikan alternatif dan memperluas akses bagi lulusan SMP atau sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.
Sementara, Kepala Dinas Perkimtanhub Provinsi Sulawesi Barat, Maddareski Salatin, menegaskan pentingnya memastikan aset pemerintah dapat dimanfaatkan secara tepat untuk mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Dalam rencana pembangunan SMA Negeri 2 Wonomulyo, aspek pertanahan menjadi salah satu tahapan yang harus dipastikan sejak awal agar pemanfaatan lahan berjalan tertib dan sesuai ketentuan,” pungkasnya.
“Aset pemerintah harus kita kelola dan manfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat. Dalam rencana pembangunan SMA Negeri 2 Wonomulyo ini, kita memastikan aspek pertanahan dan asetnya dapat dipersiapkan dengan baik sehingga nantinya pembangunan sekolah dapat berjalan sesuai dengan perencanaan,” kata Maddareski.
Maddareski juga menekankan pentingnya sinergi antara perangkat daerah, terutama Dinas Pendidikan dan Disperkimtanhub, agar kebutuhan pembangunan sekolah dapat dipersiapkan secara terpadu.
Bidang Pertanahan Kawal Kesiapan Lahan
Di lapangan, Kepala Bidang Pertanahan Disperkimtanhub Sulbar, Fauzan, bersama jajaran melakukan peninjauan terhadap lahan yang merupakan bagian dari aset Pemprov Sulbar tersebut.
Fauzan mengatakan bahwa peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi dan kesiapan lahan yang direncanakan untuk pembangunan SMA Negeri 2 Wonomulyo.
“Kami dari Bidang Pertanahan melakukan peninjauan untuk memastikan kondisi dan kesiapan lahan dalam mendukung rencana pembangunan tersebut,” kata Fauzan.
Menurut Fauzan, aspek pertanahan menjadi bagian penting dalam setiap rencana pembangunan di atas aset pemerintah. Karena itu, koordinasi antara perangkat daerah perlu dilakukan sejak tahap awal agar pembangunan dapat berjalan secara tertib.
“Kami ingin memastikan aset pemerintah yang akan digunakan benar-benar siap dari sisi pertanahan sehingga dapat mendukung pembangunan sekolah. Prinsipnya, aset pemerintah harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ucapnya.
Sinergi Dinas Pendidikan dan Disperkimtanhub
Rencana pembangunan SMA Negeri 2 Wonomulyo membutuhkan koordinasi lintas sektor. Dinas Pendidikan Sulawesi Barat memiliki peran dalam melihat kebutuhan satuan pendidikan, daya tampung, serta perencanaan pendidikan, sementara Disperkimtanhub melalui Bidang Pertanahan mendukung aspek kesiapan dan pemanfaatan aset tanah pemerintah.
Sinergi tersebut diharapkan dapat mempercepat proses persiapan pembangunan sekolah sehingga kebutuhan masyarakat terhadap tambahan fasilitas pendidikan menengah atas dapat segera ditindaklanjuti.
Pembangunan sekolah baru nantinya tentu tidak hanya berkaitan dengan pembangunan gedung. Berbagai aspek lain juga perlu dipersiapkan, mulai dari perencanaan sarana dan prasarana, akses menuju sekolah, fasilitas pendukung, hingga kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan.
Menjawab Kebutuhan Pendidikan Masyarakat
Dengan jumlah penduduk Kecamatan Wonomulyo yang telah mencapai lebih dari 53 ribu jiwa berdasarkan data administrasi kependudukan terbaru yang digunakan dalam perencanaan ini, kehadiran SMA Negeri 2 Wonomulyo diharapkan dapat memperluas kesempatan masyarakat untuk memperoleh pendidikan menengah atas.
Pembangunan sekolah baru juga diharapkan dapat memberikan pilihan yang lebih luas kepada lulusan SMP atau sederajat di Wonomulyo dan wilayah sekitarnya.
Bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, pembangunan fasilitas pendidikan merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Pendidikan yang mudah dijangkau dan didukung sarana yang memadai diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan dan meningkatkan kompetensinya.
Dari Aset Pemerintah untuk Kepentingan Pendidikan
Peninjauan lahan di Desa Nepo menjadi langkah awal dalam proses panjang menuju pembangunan SMA Negeri 2 Wonomulyo.
Pemanfaatan sekitar 1 hektare dari total aset Pemprov Sulbar seluas 5 hektare menunjukkan bahwa aset daerah dapat diarahkan untuk mendukung pelayanan publik, khususnya sektor pendidikan.
Dengan dukungan Gubernur Sulawesi Barat, koordinasi Dinas Pendidikan Sulbar, Disperkimtanhub Sulbar, serta dukungan masyarakat, rencana pembangunan SMA Negeri 2 Wonomulyo diharapkan dapat direalisasikan secara bertahap.
Kehadiran sekolah baru tersebut nantinya diharapkan tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi menjadi pusat pendidikan yang mampu memberikan kesempatan kepada generasi muda Wonomulyo untuk memperoleh pendidikan yang lebih dekat, lebih mudah dijangkau, dan berkualitas.
Pembangunan SMA Negeri 2 Wonomulyo juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam memperluas akses pendidikan, mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah, serta mendukung pembangunan sumber daya manusia menuju Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera.(*)




br






br
br






br
br
br