Bugispos, Mamuju – Dalam rangka memperingati Hari Glaukoma Sedunia yang diperingati setiap tanggal 12 Maret dan biasanya berlangsung pada minggu kedua bulan Maret, RSUD Provinsi Sulawesi Barat melalui kegiatan edukasi kesehatan memberikan penyuluhan kepada pengunjung rawat jalan mengenai glaukoma.
Kegiatan edukasi tersebut dilaksanakan di depan ruang tunggu Rekam Medik RSUD Provinsi Sulawesi Barat, dengan menyasar pasien serta keluarga pasien yang sedang menunggu pelayanan rawat jalan. Edukasi ini disampaikan langsung oleh dokter spesialis mata RSUD Provinsi Sulawesi Barat, dr. Sarkiah Huseng, yang memberikan pemahaman mengenai apa itu glaukoma, faktor risiko, jenis glaukoma, gejala glaukoma, obat steroid apa saja yang berisiko dan bagaimana cara penanganannya.
Dalam penyampaiannya, dr. Sarkiah Huseng menjelaskan bahwa glaukoma merupakan salah satu penyebab utama kebutaan yang sering kali tidak disadari oleh penderitanya karena gejalanya muncul secara perlahan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk rutin melakukan pemeriksaan mata, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti usia di atas 40 tahun, riwayat keluarga dengan glaukoma, maupun penderita penyakit tertentu seperti diabetes dan hipertensi.
Kegiatan edukasi ini juga sejalan dengan komitmen RSUD Provinsi Sulawesi Barat dalam mendukung peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan, sekaligus mendukung program pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter sebagaimana tertuang dalam Panca Daya yang diusung oleh Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga.
Direktur RSUD Provinsi Sulawesi Barat, dr. Musadri Amir Abdullah menyampaikan bahwa kegiatan edukasi kesehatan seperti ini merupakan bagian dari upaya rumah sakit dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.
“Melalui peringatan Hari Glaukoma Sedunia ini, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan mata dan tidak ragu untuk melakukan pemeriksaan secara berkala.
“Deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah dampak yang lebih serius dari penyakit glaukoma,” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan edukasi ini, diharapkan pengunjung rumah sakit maupun masyarakat luas dapat lebih peduli terhadap kesehatan mata serta memahami pentingnya pemeriksaan rutin guna mencegah risiko kebutaan akibat glaukoma. (*)












