Pos Sulbar

Perkuat Stabilitas Pangan 2026, BI Sulbar Paparkan Empat Pilar Strategi Pengendalian Inflasi Daerah

79
×

Perkuat Stabilitas Pangan 2026, BI Sulbar Paparkan Empat Pilar Strategi Pengendalian Inflasi Daerah

Sebarkan artikel ini

Bugispos.com, Sulbar – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Barat memperkuat sinergi dengan insan pers melalui forum SIPAKADA Media (Sinergi dan Kolaborasi dengan Media dalam rangka Diseminasi Perekonomian Terkini) pada Selasa (18/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, BI memaparkan peta jalan strategis pengendalian inflasi daerah tahun 2026 yang berfokus pada empat pilar utama guna menjaga stabilitas harga di Bumi Manakarra.

Bank Indonesia menekankan langkah-langkah konkret yang mencakup aspek keterjangkauan hingga efektivitas komunikasi:

1.Keterjangkauan Harga: Optimalisasi Gerakan Pangan Murah (GPM) dipatok sebanyak 110 kali selama tahun 2026, naik 10% dibanding tahun lalu. Selain itu, Subsidi Ongkos Angkut (SOA) akan digencarkan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Idul Fitri dan Natal.

2.Ketersediaan Pasokan: BI akan melakukan replikasi Kios Pangan “PAK RAHMAN” (Pangan Pokok Murah dan Aman) sebagai penyerap (offtaker) komoditas hortikultura, serta menambah kuota SPHP untuk mempermudah akses pangan murah bagi masyarakat.

3.Kelancaran Distribusi: Selain inspeksi mendadak (Sidak) pasar secara berkala untuk mencegah penimbunan, BI juga mengoptimalkan Kerja Sama Antar Daerah (KAD), khususnya dengan Kalimantan Timur.

4.Komunikasi Efektif: Peluncuran program SAMBAL PEDIS (Mekanisme Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Sulbar) serta kampanye digital “Belanja Bijak” yang menyasar generasi muda.

Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H, BI Sulawesi Barat menghadirkan inovasi unik melalui pendekatan nilai spiritual yang disebut GERAI (Gerakan Bersama Jaga Inflasi).

Mengusung tema “Bijak Konsumsi, Gaya Hidup Halal untuk Kuatkan Ekonomi Daerah”, program ini melibatkan para Da’i, mubaligh, dan komunitas perempuan. Melalui Training of Trainers (ToT) dan sosialisasi di mimbar-mimbar agama, masyarakat diajak untuk menerapkan pola konsumsi yang tidak berlebihan selama bulan suci.

Sebagai strategi jangka panjang, BI juga merencanakan pengembangan Kalender Tanam. Inovasi ini dirancang untuk membantu petani menyesuaikan jadwal tanam guna memitigasi risiko kekeringan maupun banjir. Diharapkan, dengan akurasi jadwal tanam, produksi pangan di Sulawesi Barat tetap optimal sepanjang tahun.(*)