BugisPos, Wajo – PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sengkang menemui perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (LSM LIRA) Kabupaten Wajo untuk menanggapi keluhan warga terkait gangguan pasokan listrik di Kelurahan Attakae, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
Pertemuan tersebut berlangsung pada 20 Oktober 2026. Manager PLN ULP Sengkang, Kukuh Rian Prasetio, hadir langsung untuk memberikan penjelasan mengenai kondisi kelistrikan di wilayah tersebut.
Langkah PLN itu mendapat apresiasi dari Ketua DPD LIRA Kabupaten Wajo, Abrar Mattalioe. Dia menilai respons yang diberikan PLN menunjukkan keterbukaan dalam menerima kritik dan aspirasi masyarakat.
Dalam pertemuan itu, Kukuh mengatakan pihaknya memahami pentingnya pasokan listrik bagi aktivitas sehari-hari masyarakat. Karena itu, setiap keluhan pelanggan menjadi perhatian PLN untuk ditindaklanjuti sesuai kondisi teknis di lapangan.
“Kami memahami bahwa pasokan listrik memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas masyarakat. Karena itu, setiap keluhan dan aspirasi yang disampaikan menjadi perhatian kami,” kata Kukuh.
Dia menambahkan, PLN terus berupaya mencari solusi atas kendala kelistrikan yang terjadi sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik.
Menurut Kukuh, komunikasi terbuka dengan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan juga diperlukan agar penanganan gangguan dapat dipahami dengan baik.
“Kami mengapresiasi masukan yang disampaikan oleh masyarakat dan berbagai elemen daerah. Kami berharap komunikasi dan koordinasi seperti ini dapat terus terjalin dengan baik sehingga setiap keluhan dapat ditindaklanjuti secara tepat,” ujarnya.
Sementara itu, Abrar Mattalioe menyampaikan terima kasih kepada PLN ULP Sengkang, khususnya kepada Kukuh Rian Prasetio, yang dinilai responsif dalam menanggapi persoalan kelistrikan di Attakae.
“Atas nama LSM LIRA Wajo bersama teman-teman media, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PLN, khususnya kepada Manager PLN ULP Sengkang, Bapak Kukuh Rian Prasetio, yang begitu responsif dan proaktif menemui kami,” kata Abrar.
Abrar menilai kesediaan pimpinan PLN menemui perwakilan masyarakat dan memberikan penjelasan secara langsung merupakan bentuk keterbukaan terhadap kritik publik.
“Jarang ada pimpinan yang mau turun langsung dan menjelaskan secara terbuka. Ini bukti PLN ULP Sengkang tidak antikritik dan benar-benar melayani dengan hati. Kami melihat PLN hari ini adalah PLN yang baru, PLN yang humanis, PLN yang cepat tanggap,” tuturnya.
Dia berharap respons tersebut diikuti dengan upaya berkelanjutan untuk memperbaiki keandalan pasokan listrik, khususnya di Kelurahan Attakae.
Abrar menegaskan, LIRA akan tetap menjalankan fungsi kontrol sosial sekaligus membangun komunikasi konstruktif dengan pihak PLN.
“Kami dari LIRA akan selalu menjadi mitra kritis sekaligus mitra konstruktif. Kalau PLN bagus, kami katakan bagus. Kalau ada yang kurang, kami ingatkan,” tegasnya.
Dia juga berharap pelayanan PLN di Kabupaten Wajo semakin baik sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa terganggu persoalan kelistrikan.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat koordinasi antara PLN, masyarakat, dan elemen daerah dalam menindaklanjuti keluhan warga serta meningkatkan keandalan pasokan listrik di wilayah Kabupaten Wajo. (rs)




br






br
br






br
br
br