Sinjai

Poreii …. Mahasiswa KKN XXXI UIAD Sinjai Gelar Seminar Program Kerja di Desa Saotanre

203
×

Poreii …. Mahasiswa KKN XXXI UIAD Sinjai Gelar Seminar Program Kerja di Desa Saotanre

Sebarkan artikel ini

BugisPos, Sinjai – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XXXI Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD) Sinjai melaksanakan Seminar Program Kerja di Aula Kantor Desa Saotanre, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai. Senin (19/1/2026).

Seminar ini menjadi agenda awal mahasiswa KKN dalam memaparkan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian di Desa Saotanre, sekaligus sebagai upaya menyelaraskan program dengan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan desa.

Seminar Program Kerja ini dihadiri oleh Babinsa Desa Saotanre, Ketua dan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), para Kepala Dusun, Perangkat dan Staf Desa, serta berbagai unsur masyarakat, di antaranya para imam, Ketua Kelompok Tani, Direktur BUMDes, Ketua Koperasi Desa (Kopdes), Tim Penggerak PKK, Ketua PATBM, Petugas Pustu, Ketua Karang Taruna, dan para Guru TK/TPA se-Desa Saotanre.

Kepala Desa Saotanre, A. Sulaeman,S.Sos. Membuka resmi Ia berharap program kerja mahasiswa KKN dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Semoga kehadiran mahasiswa KKN dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi Desa Saotanre, bahkan setelah masa KKN berakhir”.tuturnya.

Ia juga berharap dan menekankan kepada Mahasiswa KKN senantiasa menjunjung tinggi adat istiadat Desa Saotanre, nilai-nilai agama, serta menjaga etika selama melaksanakan kegiatan di tengah masyarakat.

“Kami berharap untuk selalu berkoordinasi yang intensif dengan pemerintah desa agar setiap program berjalan tertib dan tepat sasaran”.Tutupnya.

Sementara itu, Koordinator Desa (Koordes) KKN XXXI UIAD Sinjai, Awalludin, menyampaikan bahwa seminar ini menjadi langkah awal penting pelaksanaan KKN selama kurang lebih dua bulan ke depan.

“Seminar Program Kerja yang dilaksanakan hari ini menjadi upaya memastikan setiap program yang dirancang tidak hanya bersifat akademik, tetapi lahir dari kebutuhan nyata masyarakat Desa Saotanre. Melalui sinergi dengan pemerintah desa dan masyarakat, kami berkomitmen menjalankan program dengan menjunjung tinggi etika, menghormati adat istiadat setempat, serta menjaga nama baik almamater,” ujarnya.