Pos Sulbar

PUPR Dukung One Day Service IAI Sulbar, Perkuat Implementasi STRA dan Kolaborasi Profesi Arsitek

×

PUPR Dukung One Day Service IAI Sulbar, Perkuat Implementasi STRA dan Kolaborasi Profesi Arsitek

Sebarkan artikel ini

Bugispos, Mamuju – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sulawesi Barat menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan One Day Service, yang diselenggarakan oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Wilayah Sulawesi Barat. Kegiatan ini berlangsung di Aula SMKN 1 Rangas, Mamuju, Sabtu, 11 April 2026, dan diikuti sedikitnya 30 arsitek yang telah mendaftarkan diri sejak tahun 2025.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Dewan Arsitek Indonesia, dan Ketua Regional V Sulawesi PN IAI, Andi Taupan, sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan layanan profesi arsitek di daerah.

Program One Day Service ini merupakan bagian dari upaya percepatan penerbitan Surat Tanda Registrasi Arsitek (STRA) yang menjadi amanat dari Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2017 tentang Arsitek. Secara nasional, STRA menjadi instrumen penting dalam menjamin kompetensi, profesionalitas, serta legalitas praktik arsitek di Indonesia.

Dalam sambutannya, Ketua IAI Sulawesi Barat, Suryadi menegaskan pentingnya membangun kolaborasi yang lebih kuat dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, khususnya melalui Dinas PUPR. Ia berharap sinergi tersebut dapat mendukung implementasi regulasi arsitek secara optimal di daerah.

“Kami berharap kolaborasi dengan Pemprov Sulbar melalui Dinas PUPR dapat terus ditingkatkan, khususnya dalam pelaksanaan regulasi yang mengacu pada Undang-Undang Arsitek,” ujarnya.

Mewakili Dinas PUPR Sulbar, Firman Juang Mallarangeng dari Bidang Jasa Konstruksi menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor konstruksi.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan asosiasi profesi lainnya dalam kegiatan serupa guna memperkuat ekosistem jasa konstruksi yang profesional dan berdaya saing.

“Kami berharap agenda seperti ini juga dapat diikuti oleh asosiasi profesi lainnya. Selain membangun kebersamaan yang baik, kegiatan ini turut meningkatkan kompetensi arsitek di Sulawesi Barat, sehingga implementasi STRA dapat berjalan dengan optimal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Firman menyampaikan bahwa meskipun jumlah arsitek yang terlibat saat ini masih terbatas, ke depan diharapkan melalui kolaborasi dengan Dinas PUPR, seluruh perencanaan dan desain arsitektural di Sulawesi Barat dapat dilakukan oleh tenaga profesional yang telah tersertifikasi.

Secara nasional, pemerintah terus mendorong percepatan sertifikasi profesi melalui STRA sebagai bagian dari reformasi sektor jasa konstruksi. Langkah ini sejalan dengan upaya Pemprov Sulbar di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dalam meningkatkan kualitas pembangunan infrastruktur yang tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga pada aspek keselamatan, keberlanjutan, dan estetika.

Kegiatan One Day Service ini berlangsung hingga sore hari dan secara resmi ditutup oleh Ketua IAI Sulawesi Barat. Momentum ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan profesi arsitek guna mewujudkan tata kelola pembangunan yang lebih profesional di Sulawesi Barat. (*)