Pos Sulbar

Sinergi Lintas Sektor, Sosialisasi ki SPM di Mamuju Tengah Dimatangkan

×

Sinergi Lintas Sektor, Sosialisasi ki SPM di Mamuju Tengah Dimatangkan

Sebarkan artikel ini

Bugispos, Mamuju Tengah — Dinas Sosial P3A dan PMD Provinsi Sulawesi Barat terus mendorong peningkatan kualitas layanan dasar di tingkat desa. Salah satunya melalui penguatan koordinasi dengan6 pemerintah daerah di Mamuju Tengah, Selasa (31/3/2026).

Koordinasi ini melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa setempat serta Tim Penggerak Posyandu Kabupaten Mamuju Tengah. Fokus utamanya adalah mematangkan sosialisasi penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang menjadi acuan dalam pemenuhan layanan dasar masyarakat, khususnya di desa dan kelurahan.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung visi pembangunan daerah yang diusung Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, bersama Wakil Gubernur Salim S. Mengga, yakni “Sulbar Maju dan Sejahtera”.

Dalam pertemuan tersebut, pembahasan berlangsung cukup intens. Mulai dari strategi kolaborasi lintas sektor, penguatan peran kelembagaan desa, hingga bagaimana mengoptimalkan fungsi Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan dasar di masyarakat.

Kepala Dinas Sosial P3A dan PMD Sulbar, Darmawati, melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa, Supiati Sahid, menekankan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan.

Menurutnya, tanpa kesamaan persepsi dan komitmen bersama, implementasi SPM di lapangan akan sulit berjalan optimal.

“Koordinasi ini penting untuk menyamakan langkah. Harapannya, penerapan enam standar pelayanan minimal benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti peran Posyandu yang dinilai sangat strategis, terutama dalam menjangkau layanan dasar di tingkat paling dekat dengan masyarakat.

“Posyandu ini garda terdepan. Kalau kapasitasnya diperkuat dan koordinasinya berjalan baik, kualitas layanan di lapangan juga akan ikut meningkat,” tambahnya.

Melalui koordinasi ini, pemerintah berharap ada langkah konkret yang bisa segera dijalankan, sehingga implementasi SPM di Sulawesi Barat—khususnya di Mamuju Tengah—tidak hanya berhenti di konsep, tetapi benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat. (*)