Advertorial

Grand Final Pemilihan Duta Anti Narkoba Maros Selesai, 3 Pasang Juara Terpilih  

105
×

Grand Final Pemilihan Duta Anti Narkoba Maros Selesai, 3 Pasang Juara Terpilih  

Sebarkan artikel ini
Anti Narkoba

BugisPos | Maros  —  Dibuka langsung oleh Wakil Bupati Maros, Andi Muetazim Mansyur, Grand Final Pemilihan Duta Anti Narkoba Kabupaten Maros sukses digelar di Gedung Serbaguna Pemkab Maros pada Sabtu (13/12/2025). Ajang tersebut diselenggarakan oleh Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Maros bersama Ikatan Duta Anti Narkotika (Ikanara) Maros dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Maros, berlangsung sejak pukul 14.00 Wita hingga 23.00 Wita.

Sebanyak 32 finalis putra-putri tampil bersaing pada malam puncak. Dari jumlah tersebut, terpilih tiga pasang juara Duta Anti Narkoba Kabupaten Maros 2025:

– Juara pertama: Muh Saipul Amry (mahasiswa UNM, Turikale) untuk putra dan Friyang Yurdina Haris (pelajar SMKN 1 Maros, Mandai) untuk putri.

– Juara kedua: Aldi Alrizqullah (pelajar SMAN 3 Maros, Turikale) untuk putra dan Ulfiyanha Nayla (pelajar SMAN 1 Maros, Turikale) untuk putri.

– Juara ketiga: Muh Balya Wahyu Ibrahim (pelajar SMAN 3 Maros, Lau) untuk putra dan Amanda Putri Ishak (pelajar SMAN 1 Maros, Tanralili) untuk putri.

Ketua Granat Maros, Muhammad Bakri, menyebut Kabupaten Maros menjadi satu-satunya daerah di Indonesia yang konsisten menyelenggarakan pemilihan duta anti narkoba secara berkelanjutan. “Kegiatan ini sudah kami laksanakan selama sembilan tahun berturut-turut. Sampai hari ini, belum ada daerah lain yang melaksanakannya secara konsisten seperti di Maros,” kata Bakri. Ia mengungkapkan bahwa rangkaian pemilihan telah dimulai sejak Agustus 2025, dengan proses yang cukup panjang mulai dari pendaftaran, seleksi, project sosial, penampilan bakat, karantina, hingga grand final. “Hari ini mereka resmi dinobatkan sebagai Duta Anti Narkoba Kabupaten Maros,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Maros, Andi Muetazim Mansyur, mengaku bangga melihat antusiasme pelajar dan mahasiswa Maros dalam mengikuti ajang tersebut. Menurutnya, pendekatan edukatif melalui pelibatan generasi muda merupakan cara efektif dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, khususnya di Maros yang dinilai berada pada kondisi mengkhawatirkan. “Kita semua sepakat, pencegahan harus dikedepankan. Kalau tidak, penjara kita akan terus dipenuhi oleh narapidana kasus narkoba,” ujarnya.

Muetazim menambahkan bahwa dampak buruk narkoba telah dirasakan oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, pejabat, hingga aparat penegak hukum, namun angka kasus masih terus meningkat setiap tahun. “Selain penegakan hukum, harus ada pola pencegahan yang efektif. Kegiatan seperti ini harus kita dorong menjadi gerakan yang terukur,” katanya.

Ia berharap pemilihan duta tidak berhenti pada malam grand final saja dan para duta yang terpilih aktif mengkampanyekan bahaya narkoba di tengah masyarakat. “Kami menunggu gebrakan para Duta Anti Narkoba yang malam ini resmi dilantik. Kalian adalah garda terdepan dalam mencegah peredaran narkoba di Maros,” pungkasnya.