Oleh: Syafruddin Muhtamar (Sahabat BugisPos, Dosen Universitas Muslim Indonesia)
BugisPos, Makassar — Sebagai awam, dalam sejarah media lokal, saya tidak pernah tahu bahwa BugisPos telah berusia 27 tahun. Kecuali, setelah bertemu dengan Direktur media tersebut, di sebuah helatan pernikahan anak dari seorang sahabat.
Dalam suasana riuh pesta, ketika hendak menuju panggung pelaminan, untuk memberikan selamat kepada pemilik hajat dan kedua mempelai. Seorang rekan memberi kode ‘kehadiran’.
Aku menghampirinya, lalu mengobrol-ngobrol. Rekan ini, berujar bahwa hari ini hari baik untuk pernikahan. “Saya tahu, karena saya memiliki kitab ‘primbon’ bugis tentang hari-hari baik untuk sebuah hajatan”, ujarnya. Saya lalu berbisik, bapak ini cocok jadi konsultan budaya, untuk tradisi hajatan masyarakat Bugis dan Makassar. Dia menyabutnya dengan tawa renyah, yang khas.
Beliau adalah Arwan Rusli Daeng Awing, yang menggawangi ‘citra budaya’ media BugisPos: mungkin hampir setengah perjalanan media tersebut, hingga usianya ke 27 tahun saat ini. Sejak, tongkat estafet itu diserahkan ketangannya oleh sang pendiri, bapak Usdar Nawawi.
“Sebentar kita ke Kafe Baca, ada acara ulang tahunnya BugisPos”, sang direktur melanjutkan obrolan, sembari kami menikmati kudapan pesta.
Penuh semangat, cerita tentang usia, tanggal dan sejarah kelahiran, hingga BugisPos menjadi sebuah entitas yang menaungi tujuh media lainnya, hingga menjelma sebuah jaringan media sebagai grup, dengan lincah mengalir dalam narasi sang Direktur. Wajahnya bagai berdandan dengan kebahagiaan, yang jujur.
Beberapa rekan lain, ikut nimbrung dalam obrolan, turut merasakan kebahagiaan yang sama. 27 tahun BugisPos dengan segala pencapaiannya, juga merupakan kebahagiaan rekan-rekan seniman, penulis/sastrawan, budayawan dan akademisi, sebagai bagian, baik langsung maupun tidak langsung. Mereka merasa, juga telah ‘ada’ dalam media BugisPos Group, sebagai sebuah konstruksi jaringan ‘simbiosis mutualismr’.
Meski, diakui perayaan ini hampir ‘luput’ dari ingatan sang Direktur. Namun kebersahajaan selebrasi, berlangsung jua, hari ini ( 11 januari 2026). Sebuah meja panjang: penuh dengan camilan, gelas-gelas minuman hangat dan dingin, kue perayaan ulang tahun, dan sebuah nasi tumpeng diatas nampang lebar, tergelar.
Sambutan sebagai orasi sejarah, kesaksian-kesaksian, testimonial dan petuah-petuah kebijaksanaan, dan wejangan-wejangan tentang harapan perjalanan masa depan, merwanai dengan kuat perayaan ‘kecil’ ini.
Namun, memberi dorongan semangat kontinuitas baru, pada sebuah komunitas media lokal dengan karakter khas budaya Bugis, untuk perjalanan berikutnya.
Adalah sebuah tantangan, ketika Prof. Asdar, dalam wejangannya mengatakan usia 27 tahun, secara saintifik adalah usia yang biasanya telah ‘melewati’ masa-masa kritis.
Tentu, wejangan ini dapat dimaknai, bahwa ‘prestasi’ biasanya diraih setelah melewati ujian dan tempaan yang bertubi-tubi.
Namun setelah masa prestasi, ada masa mempertahankan prestasi. Jika usia BugisPos kini adalah usia ‘penuh prestasi’, maka tantangannya menjadi tidak mudah, ketika memasuki usia ‘mempertahankan prestasinya’.
Demikian pula, petuah dari seniman dan budayawan Edi Tamrin, yang akrab dikenal Yudistira Sukatanya, mengenai urgensi kepercayaan dan karakter. Ini menjadi elemen kunci ‘moril’, bagi eksistensi jangka panjang, baik oleh pribadi maupun sebuah lembaga pers seperti Bugispos.
Kepercayaan berkenaan dengan janji. Jika BugisPos, memiliki visi dan misi sebagai refleksi sebuah ‘janji, baik yang berkenaan secara internal (SDM), maupun eksternal (publik), haruslah dapat dipenuhi janji itu, agar trush dapat diraih.
Tentu benar, jika entitas telah kehilangan kepercayaan, baik internal maupun eksternal, maka alamat ‘kepunahan’ mungkin tidak terhindarkan. Sehingga, karakter yang merupakan ciri esensial dari sebuah keberadaan, mungkin juga akan tinggal ‘selogan eksistensi’, yang kehilangan makna atau arah.
Doa yang berlantun dalam taksim, yang dipanjatkan oleh Muhammad Tahir (salah seorang wartawan senior yang membentuk karakter dapur redaksi Bugispos), seolah menghapus segala telah tabir menghalang kesuksesan BugisPos Group di masa depan.
InsyaAllah, dengan rahmat kemudahanNya, perjalanan media berbasis citra budaya Lokal ini, akan makin jaya dan memberi manfaat yang luas bagi seluruh pembacanya.
Karena itu, diucapkan selamat berulang tahun Media BugisPos Group yang ke 27 tahun: insyaAllah, _Mannenungeng ri laleng sumanga’_ .












