Advertorial

Reses di “Rumah Perjuangan”, Taqwa Gaffar Amankan Rp4 Miliar untuk Jalan Hotmix Kota Sengkang

111
×

Reses di “Rumah Perjuangan”, Taqwa Gaffar Amankan Rp4 Miliar untuk Jalan Hotmix Kota Sengkang

Sebarkan artikel ini

WAJO, BUGISPOS.com – Suasana emosional mewarnai reses anggota DPRD Kabupaten Wajo dari Fraksi Nasdem, Taqwa Gaffar, yang digelar di Jalan Belibis, Kelurahan Sengkang. Ratusan warga dari 16 kelurahan di Kecamatan Tempe memadati lokasi yang disebut Taqwa sebagai “Rumah Perjuangan”—posko yang menjadi saksi bisu kemenangannya di Pileg 2024 lalu.

Meski dihadiri massa yang membludak, suasana berlangsung tertib. Taqwa mengawali resesnya dengan ucapan terima kasih yang mendalam kepada konstituennya. “Saya tidak bisa duduk di kursi DPR tanpa doa dan perjuangan saudara-saudara sekalian. Meski jarang bertatap muka langsung karena kesibukan, hati saya selalu ada untuk masyarakat Kecamatan Tempe,” ungkap Taqwa dengan nada haru di hadapan ratusan pasang mata.

Sebagai anggota Komisi III dan Badan Anggaran (Banggar), Taqwa membawa kabar gembira terkait pembangunan infrastruktur. Politisi Nasdem itu mengungkapkan bahwa awalnya anggaran perbaikan jalan hotmix dalam kota Sengkang sempat tidak terakomodasi. Namun, melalui perjuangan kerasnya di pandangan umum fraksi, ia berhasil meluluhkan kebijakan eksekutif.

“Alhamdulillah, setelah kami perjuangkan dan sampaikan urgensinya, Pak Bupati memberikan alokasi Rp4 miliar untuk peningkatan jalan hotmix dalam kota Sengkang di tahun 2026. Ini adalah rezeki masyarakat kita,” tegas Taqwa yang langsung disambut riuh tepuk tangan warga.

Meskipun agenda pembangunan jalan skala besar sudah diamankan, warga tetap menyampaikan sejumlah usulan mendesak di tingkat lingkungan, di antaranya:

• Perbaikan Jalan Latenridolong dan Jalan Gelatik menuju Jembatan Padduppa

• Normalisasi drainase di samping Masjid Raya dan wilayah Toddooppu

• Penambahan lampu jalan, tempat sampah sementara, serta pemangkasan pohon yang membahayakan keselamatan warga.

Merespons hal tersebut, Taqwa langsung memberikan instruksi kepada Camat Tempe yang turut hadir untuk menyinkronkan data tersebut. “Jika usulan ini ada di Musrenbang, saya minta ditempatkan di 10 besar skala prioritas. Kita kawal agar segera terealisasi,” pintanya.

Dalam kesempatan itu, Taqwa juga bercerita mengenai perannya sebagai inisiator program penanganan kawasan kumuh dari pusat di Kelurahan Mattirotappareng Barat untuk tahun 2025. Uniknya, meski menjadi motor utama, ia memilih untuk tidak mengklaim secara sepihak di media sosial.

“Saya punya etika berpolitik. Kerja di DPRD itu kolektif. Meski idenya dari saya, saya ingin keberhasilan ini menjadi milik bersama 40 anggota dewan dan pemerintah. Yang terpenting bagi saya adalah masyarakat merasakan manfaatnya, bukan siapa yang paling banyak difoto,” jelasnya.

Menghadapi tahun anggaran 2026, Taqwa mengakui ada tantangan berat karena adanya efisiensi anggaran dari pusat sebesar kurang lebih Rp247 miliar.

Reses tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta), Camat Tempe, serta Lurah Sengkang. (Humas DPRD Wajo)