BugisPos, Wajo _ Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Wajo meningkatkan fungsi kontrol terhadap pergerakan harga dan distribusi bahan pokok strategis. Bupati Wajo, Andi Rosman, bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) turun langsung memantau kondisi pasar guna memastikan stabilitas harga tetap terjaga.
Pemantauan dilakukan pada Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 09.00 WITA di Pasar Mini Sengkang. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Surat Nomor 500.1.3.2/310/setda tertanggal 13 Februari 2026 yang menginstruksikan seluruh pemangku kepentingan terkait untuk aktif mengawasi dinamika harga jelang bulan puasa.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati mengecek langsung harga beras, minyak goreng, gula, telur, daging, hingga cabai—komoditas yang kerap mengalami lonjakan saat permintaan meningkat. Ia menegaskan, pemerintah tidak akan memberi ruang bagi praktik spekulasi maupun permainan harga yang dapat membebani masyarakat.
“Kita ingin memastikan stok tersedia dan harga tetap terkendali. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan momentum Ramadan untuk menaikkan harga secara tidak wajar,” tegasnya.
Pasar Mini Sengkang dipilih karena menjadi barometer utama harga kebutuhan pokok di Kabupaten Wajo. Sebagian besar warga menjadikan pasar tersebut sebagai pusat belanja harian, sehingga fluktuasi harga di lokasi ini dinilai mencerminkan kondisi riil di lapangan.
Menurutnya, pengawasan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk kontrol nyata pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat. Ramadan, kata dia, harus menjadi momentum ibadah yang tenang tanpa dibayangi kekhawatiran terhadap lonjakan harga pangan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, antara lain Ketua DPRD Wajo, Kapolres Wajo, Dandim 1406/Wajo, pimpinan BPS Wajo, Sekda Wajo, serta jajaran kepala OPD terkait. Pemerintah daerah memastikan pengawasan akan terus dilakukan secara berkala hingga memasuki Ramadan guna mengantisipasi potensi gejolak harga.












