Luwu

Karang Taruna Jadi Motor Utama, Kolaborasi Desa Lanosi Bersama Linmas, Tokoh Agama, dan Masyarakat Sukseskan Takbir Keliling Malam Idulfitri 1447 Hijriah

×

Karang Taruna Jadi Motor Utama, Kolaborasi Desa Lanosi Bersama Linmas, Tokoh Agama, dan Masyarakat Sukseskan Takbir Keliling Malam Idulfitri 1447 Hijriah

Sebarkan artikel ini

 

BugisPos, Luwu Timur — Gema takbir yang mengalun di penjuru Desa Lanosi Kecamatan Burau,Kabupaten Luwu-timur ,Sulsel pada malam takbiran Idulfitri 1447 Hijriah menghadirkan suasana yang tidak hanya religius, tetapi juga sarat makna sosial. Jumat 20/3/2026.

Di balik kemeriahan tersebut, Karang Taruna Desa Lanosi tampil sebagai motor utama yang menggerakkan seluruh rangkaian kegiatan takbir keliling hingga berlangsung sukses, tertib, dan berkesan.

Kepala Desa Lanosi Syair, dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kapasitas Karang Taruna yang menjadi penggerak inti dalam menyatukan berbagai elemen desa.

“Karang Taruna menunjukkan peran sentralnya sebagai penggerak kegiatan. Dengan inisiatif, kreativitas, dan kerja kolektif yang kuat, mereka mampu mengoordinasikan seluruh rangkaian kegiatan ini dengan sangat baik,” ujarnya.

Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari kolaborasi harmonis antara pemerintah desa, tokoh agama, masyarakat, dan Linmas. Peran Linmas sangat strategis dalam menjaga ketertiban dan keamanan sepanjang rute takbir keliling, sehingga arak-arakan dapat berlangsung lancar tanpa gangguan. Sementara itu, tokoh agama memperkuat nilai-nilai spiritual, dan masyarakat turut berpartisipasi aktif dalam menyemarakkan malam takbiran.

Arak-arakan takbir yang melintasi jalan desa tampak tersusun rapi, dihiasi kreativitas pemuda yang memadukan estetika dan semangat religius. Lantunan takbir yang menggema menciptakan nuansa puitis sebuah refleksi dari kebersamaan dan disiplin sosial yang terbangun melalui kerja nyata.

Dalam perspektif sosial, Syair menilai bahwa keberhasilan ini mencerminkan kapasitas Karang Taruna sebagai entitas pemuda yang adaptif dan progresif. Mereka tidak hanya menjadi pelaksana teknis, tetapi juga perancang gagasan dan penghubung antar elemen masyarakat.

“Apa yang ditunjukkan Karang Taruna bukan sekadar kemampuan teknis, tetapi juga kepemimpinan kolektif yang mampu mengintegrasikan potensi desa menjadi satu kekuatan bersama,” tambahnya.

Malam takbiran di Desa Lanosi pun menjadi ruang ekspresi kolektif dimana Karang Taruna tampil sebagai garda terdepan, Linmas menjaga keamanan, tokoh agama meneguhkan nilai spiritual, dan masyarakat memberikan dukungan yang saling melengkapi. Sebuah harmoni yang tidak hanya terlihat, tetapi juga terasa dalam setiap langkah dan lantunan takbir.

Menutup pernyataannya, Kepala Desa Lanosi berharap agar semangat yang telah ditunjukkan Karang Taruna bersama Linmas, tokoh agama, dan masyarakat dapat terus dipertahankan dan dikembangkan dalam berbagai kegiatan desa ke depan.

“Karang Taruna telah membuktikan dirinya sebagai kekuatan utama dalam menggerakkan energi positif pemuda.

Semoga kolaborasi ini menjadi pijakan untuk terus berkontribusi dalam pembangunan desa yang lebih maju, harmonis, dan bermakna,” tutupnya. (Rasyid)