HeadlineHukum

Digeruduk Ratusan Pemuda, Kapolres Toraja Utara Resmi Teken Empat Poin Kesepakatan Basmi Judi dan Narkoba

×

Digeruduk Ratusan Pemuda, Kapolres Toraja Utara Resmi Teken Empat Poin Kesepakatan Basmi Judi dan Narkoba

Sebarkan artikel ini
Kolase, Demonstran dan Kapolres Toraja Utara Teken Surat Kesepakatan (Ist)

BugisPos.com, Torut – Perjuangan ratusan massa Pemuda Toraja yang menduduki Mapolres Toraja Utara akhirnya membuahkan hasil konkret. Aksi yang menyuarakan keresahan atas maraknya penyakit sosial ini berakhir dengan penandatanganan kesepakatan tertulis antara Kapolres Toraja Utara dan perwakilan pemuda, Senin 30 Maret 2026.

Kesepakatan tersebut secara tegas memuat empat poin komitmen untuk “Membasmi Judi, Narkoba dan Seks Bebas.”

Aksi dimulai dengan ratusan Pemuda Toraja yang membawa spanduk bertuliskan “Toraja Darurat Judi, Narkoba, dan Seks Bebas”. Koalisi besar yang terdiri dari Persekutuan Pemuda Gereja Toraja (PPGT), Pemuda Pancasila, GMKI, KNPI, hingga berbagai elemen mahasiswa mendesak kepolisian untuk bertindak tegas tanpa pandang bulu.

“Sekarang sudah mulai marak judi di arena adu kerbau lima satu tiga satu yang berlindung di balik adat. Tolong, Pak Kapolres, ditindak tegas para penjudi tersebut. Yang bagian dari adat silakan dilakukan, tetapi yang penyakit sosial seperti judi, narkoba, dan seks bebas tolong ditindak tegas, Pak,” ucap salah satu orator dalam aksinya.

Usai bergantian melakukan orasi di depan Mapolres, para pemuda dipersilakan masuk ke halaman, sementara perwakilan massa melakukan audiensi tertutup dengan Kapolres di ruang pertemuan.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kapolres Toraja Utara, AKBP Stephanus Luckyto Andry Wicaksono, menyambut baik dukungan moril dari para pemuda. Ia mengakui keterbatasan personel menjadi salah satu kendala di lapangan.

“Jujur, kami terbatas personel dan hal lainnya. Namun, dengan adanya dukungan moril ini, kami sangat terbantu dan siap berkomitmen penuh,” tegas AKBP Stephanus Luckyto di hadapan perwakilan massa.

Dalam audiensi tersebut, perwakilan pemuda dan Kapolres menyepakati sebuah komitmen tertulis. Kesepakatan ini memuat empat poin tuntutan yang secara resmi disetujui oleh Kapolres Toraja Utara, AKBP Stephanus Luckyto Andry Wicaksono, yang berbunyi:

  1. KAPOLRES TORAJA UTARA BERKOMITMEN UNTUK MEMERANGI SEGALA JENIS PENYAKIT SOSIAL SELAMA MENJABAT SEBAGAI KAPOLRES TORAJA UTARA ANTARA LAIN NARKOBA, JUDI DAN SEKS BEBAS.

  2. KAPOLRES TORAJA UTARA BERKOMITMEN UNTUK TIDAK MENTOLERIR PELAKU JUDI BERKEDOK ADAT DAN BUDAYA.

  3. KAPOLRES TORAJA UTARA BERKOMITMEN UNTUK MENINDAK ANGGOTANYA YANG TERINDIKASI MELEGITIMASI ATAU MEMBERIKAN IZIN KEPADA PARA MAFIA JUDI BERKEDOK ADAT DAN BUDAYA.

  4. KAPOLRES TORAJA UTARA BERKOMITMEN MEMBANGUN SINERGI DENGAN TOKOH KEAGAMAAN/KEUMATAN, TOKOH ADAT DAN BUDAYA, TOKOH PEMUDA UNTUK MELAKSANAKAN TUGAS DAN WEWENANG SESUAI UU KEPOLISIAN SECARA KONSISTEN DAN TERUKUR.

Dokumen kesepakatan ini ditandatangani oleh Jenderal Lapangan Aliansi Pemuda Selamatkan Toraja, Alfrianto Tiku Rapa’ Paerunan, dan Kapolres Toraja Utara, AKBP Stephanus Luckyto Andry Wicaksono. Kesepakatan ini juga disaksikan dan dibubuhi stempel resmi dari berbagai organisasi, termasuk KNPI, Pemuda Pancasila, PPGT, GMKI, GAMKI, dan BPAN, menunjukkan dukungan luas terhadap langkah ini.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga menekankan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab Polri semata, melainkan butuh peran aktif warga sipil. Ia menyebut lembaga keagamaan seperti BPS Gereja Toraja memiliki peran strategis dalam fungsi pemantauan sosial.

“Jangankan pemuda dan mahasiswa, lembaga keagamaan dan institusi kepemudaan juga punya peran penting dalam mengawasi lingkungan kita,” tuturnya.

Dengan adanya dokumen kesepakatan ini, kini masyarakat menunggu bukti nyata komitmen bersama untuk membersihkan Toraja dari penyakit sosial, terutama perjudian dan narkoba, yang  sangat meresahkan masyarakat.