Bugispos, Mamuju – Para atlet yang tergabung dalam Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Nasional (SPOBNAS) Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menjalani pemeriksaan kesehatan rutin, pada Senin, 13 April 2026.
Pemeriksaan komprehensif ini melibatkan kolaborasi multidisiplin yang terdiri dari tim dokter, fisioterapis, hingga ahli gizi untuk memantau kesehatan atlet secara menyeluruh.
Kegiatan tersebut bertujuan memastikan kondisi fisik semua atlet tetap dalam performa terbaik. Hal mana sejalan dengan program pembangunan yang diusung Gubernur Sulbar Suhardi Duka, yang menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk pembinaan atlet berprestasi secara berkelanjutan dan profesional.
Kepala UPTD SPOBNAS Fadliyah, menjelaskan bahwa pemeriksaan rutin merupakan pilar penting dalam sistem pembinaan atlet di Sulbar demi melahirkan talenta yang kuat secara teknik maupun medis.
“Kesehatan itu aset utama setiap atlet. Maka sangat penting dilakukan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Kami ingin memastikan setiap atlet memiliki baseline kondisi fisik yang optimal dan terjaga sesuai standar yang ditetapkan,” kata Fadliyah.
“Hal ini penting untuk menjamin kesiapan fisik tetap kuat dan terjaga. Kita menjaga agar setiap atlet selalu siap menampilkan performa terbaik dan mampu berkompetisi secara maksimal pada setiap ajang,” lanjutnya.
Fadliyah juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada tim medis dan para atlet binaan SPOBNAS Sulbar yang tetap disiplin menjaga kebugaran di tengah jadwal latihan yang padat.
Sementara itu, perwakilan tim medis SPOBNAS Sulbar, dr. Adiba, menyampaikan bahwa secara umum kondisi fisik para atlet berada pada level yang sangat baik dan dalam batas yang normal.
”Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi atlet berada pada kondisi normal. Meski ada beberapa parameter individu yang melebihi batas, kami akan segera mengevaluasi dan menindaklanjutinya,” ujar dr. Adiba.
Menindaklanjuti hasil pemeriksaan tersebut, pihak SPOBNAS menginstruksikan para pelatih untuk segera menyesuaikan porsi latihan bagi atlet yang memerlukan perhatian khusus.
Langkah ini diambil agar proses pemulihan atau penyesuaian nutrisi dapat berjalan optimal, sehingga atlet dapat kembali mencapai kondisi 100 persen dalam waktu singkat.
“Kami akan terus mengawal proses ini. Jika ada atlet yang perlu penanganan lebih lanjut atau penyesuaian nutrisi, kami pastikan mereka mendapatkan fasilitas terbaik agar bisa kembali ke kondisi 100 persen dalam waktu singkat,” tambahnya.
Secara terpisah, Kepala Dispoparekraf Sulbar, Bau Akram Dai menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong penguatan sistem pembinaan atlet yang terintegrasi dan berbasis pendekatan ilmiah.
Ia menyebut kebijakan tersebut diarahkan untuk memastikan setiap tahapan pembinaan berjalan secara terukur, termasuk melalui dukungan monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan pada aspek kesehatan, gizi, dan kebugaran atlet.
Bau Akram Dai menegaskan bahwa dalam mempersiapkan atlet secara profesional diperlukan dukungan tim medis, fisioterapis, dan ahli gizi, sehingga mampu bersaing di level nasional dengan performa terbaik.
“Dispoparekraf berkomitmen menghadirkan tata kelola pembinaan yang profesional dan berkelanjutan, sebagai upaya meningkatkan kualitas serta daya saing atlet Sulbar di tingkat nasional maupun internasional. Tentu dibutuhkan dukungan tim medis, fisioterapis, dan ahli gizi,” pungkas Bau Akram. (*)












