Advertorial

DLH Wajo Luncurkan Gerakan PISOTA’ untuk Lingkungan Bersih dan Ketahanan Pangan Keluarga

×

DLH Wajo Luncurkan Gerakan PISOTA’ untuk Lingkungan Bersih dan Ketahanan Pangan Keluarga

Sebarkan artikel ini

BugisPos, Wajo – Pemerintah Kabupaten Wajo melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menghadirkan inovasi baru dalam pengelolaan sampah dan penghijauan pekarangan warga melalui program Gerakan PISOTA’, yang merupakan singkatan dari Pilah Sampah, Olah Sampah, dan Tanami Pekarangan Ta. Program ini diperkenalkan oleh Kepala DLH Wajo, Andi Fakhrul Rijal Burhanuddin, sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta kesehatan keluarga.

Gerakan PISOTA’ dirancang dengan tiga langkah strategis.

Langkah pertama, Pilah Sampah, mendorong masyarakat untuk memilah sampah dari rumah masing-masing. Dengan memilah sampah organik dan anorganik sejak awal, volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat berkurang secara signifikan, sekaligus mempermudah proses daur ulang. Sampah organik akan diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik dapat dimanfaatkan kembali atau dijadikan produk kreatif.

Langkah kedua, Olah Sampah, mengajak warga untuk mengubah sampah menjadi produk bermanfaat. Kegiatan ini tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi, seperti pembuatan pupuk kompos, kerajinan dari bahan bekas, hingga energi alternatif. Pupuk hasil pengomposan dapat digunakan untuk menanam sayur dan buah di pekarangan rumah, mendukung ketahanan pangan keluarga.

Langkah ketiga, Tanami Pekarangan Ta, fokus pada penghijauan dan pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam tanaman sayur dan buah. Kegiatan ini bertujuan mempercantik lingkungan, mendukung pola hidup sehat, dan menumbuhkan rasa cinta terhadap alam sejak dini.

“Kami berharap Gerakan PISOTA’ dapat mendorong seluruh elemen masyarakat untuk bekerja sama dan saling mendukung. Perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang dilakukan setiap hari di rumah dan lingkungan sekitar,” ujar Andi Fakhrul.

Kepala DLH Wajo menegaskan, seluruh masyarakat, aparat desa, sekolah, hingga komunitas lokal diharapkan aktif berpartisipasi dalam gerakan ini. Melalui kolaborasi bersama, Wajo diharapkan dapat menjadi kabupaten yang asri, bersih, dan sehat, selaras dengan program pemerintah pusat.

Gerakan PISOTA’ bukan sekadar pengelolaan sampah, tetapi juga investasi bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat Wajo di masa depan.

Kalau mau, saya bisa buatkan versi lebih singkat dan persuasif yang pas untuk tayang di media cetak atau daring ala advertorial, sehingga lebih “menggugah” masyarakat ikut serta.