Makassar

Tauwwa, Anak SD di Makassar Ajak Warga Pilah Sampah, Promosikan Ecobrick 

×

Tauwwa, Anak SD di Makassar Ajak Warga Pilah Sampah, Promosikan Ecobrick 

Sebarkan artikel ini

Bugispos, Makassar — Dua siswa SD, Abyan dan Adam, menggerakkan warga RT 01 RW 10, Jalan Mamoa Ria, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate untuk rutin memilah sampah rumah tangga menjadi ecobrick.

Kegiatan edukasi dan praktik pembuatan ecobrick itu berlangsung pada Minggu (24/5/2026) di lingkungan tempat tinggal mereka.

 

Abyan dan Adam menjelaskan bahwa ecobrick dibuat dengan mengisi botol plastik bersih dan kering menggunakan sampah plastik non-organik hingga padat.

 

Tujuannya untuk mengurangi volume sampah plastik yang berpotensi berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) atau di laut, serta mengubah botol menjadi bahan yang dapat dipakai kembali, seperti batu-bata alternatif, meja, kursi, atau pot bunga.

“Kita harus pilah dari rumah, sampah plastik dimasukkan ke botol untuk ecobrick, sedangkan sampah organik dipisah agar tidak membusuk di dalam botol,” kata Abyan saat mendemonstrasikan pembuatan ecobrick di kediamannya.

 

Adam menambahkan bahwa edukasi ini ditujukan bukan hanya untuk anak-anak tetapi juga orang dewasa di lingkungan sekitar.

 

Ketua RT 01, RW 10 Kelurahan Mangasa Trisno Heriyanto menyambut baik inisiatif anak-anak tersebut dan mendorong warga untuk menjadikan pemilahan sampah sebagai kebiasaan sehari-hari.

 

Ia mengatakan kegiatan semacam ini sejalan dengan program pemerintah Kota Makassar untuk pengelolaan sampah yang lebih baik.

 

Kepala Kelurahan Mangasa menyatakan akan mendukung penyebaran praktik ecobrick di tingkat lingkungan dan berkoordinasi dengan program kerja di kecamatan.

 

Pemerintah Kota Makassar sebelumnya juga mendorong partisipasi masyarakat dalam pengurangan sampah melalui berbagai program edukasi dan pengelolaan sampah berbasis komunitas.

 

Praktisi lingkungan setempat mengingatkan bahwa ecobrick hanya boleh dibuat dari sampah plastik yang sudah dicuci dan dikeringkan; sampah organik seperti sisa makanan, kulit buah, atau daun kering tidak cocok untuk isi botol karena akan menyebabkan pembusukan.

 

Dengan inisiatif sederhana dari dua pelajar ini, warga RT 01 RW 10 berharap dapat menurunkan volume sampah plastik dan menumbuhkan budaya pilah-sampah sejak dini di lingkungan Mamoa ria pada umumnya.*(C)*