BugisPos, Wajo – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo, Andi Fakhrul Rijal Burhanuddin, bersama Pemerintah Kelurahan Atakkae, Kecamatan Tempe, dan masyarakat setempat melaksanakan kerja bakti di luar kawasan Rumah Adat Atakkae, Jumat, (26/6/2026). Kegiatan ini menjadi wujud sinergi pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus melestarikan salah satu ikon budaya Kabupaten Wajo.
Kerja bakti difokuskan pada pembersihan lingkungan, pengangkutan sampah, pemangkasan rumput, serta penataan area luar Rumah Adat Atakkae agar tetap bersih, rapi, dan nyaman. Kawasan tersebut merupakan salah satu destinasi wisata berbasis sejarah dan budaya yang memiliki nilai penting bagi masyarakat Wajo.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wajo, Andi Fakhrul Rijal Burhanuddin, menjelaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan inovasi kebersihan PISOTA’ yang mengusung semangat Pilah Sampahta, Olah Sampahta, dan Tanami Pekaranganta. Menurutnya, program tersebut mendorong keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
“Melalui kegiatan gotong royong ini, kami ingin menumbuhkan kepedulian bersama untuk menjaga kebersihan kawasan Rumah Adat Atakkae sebagai aset budaya dan kebanggaan masyarakat Wajo. Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita semua,” ujar Andi Fakhrul Rijal Burhanuddin.
Pemerintah Kelurahan Atakkae turut mengapresiasi antusiasme masyarakat yang berpartisipasi dalam kerja bakti. Semangat gotong royong dinilai menjadi kekuatan utama dalam menjaga fasilitas umum, memperindah kawasan, dan mendukung pengembangan potensi wisata daerah.
Melalui kolaborasi yang terjalin antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan budaya menjaga kebersihan dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Upaya ini sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan yang bersih, asri, dan nyaman bagi warga maupun para pengunjung yang datang ke Rumah Adat Atakkae.












