BugisPos, Jakarta — Sejumlah putra Sulawesi Selatan kembali menempati kursi strategis di jajaran komisaris BUMN dan anak usahanya.
Nama-nama tersebut tersebar di sektor industri semen, pertambangan, perkebunan, telekomunikasi, hingga energi bersih.
Pengangkatan mereka menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan terhadap figur-figur asal Sulsel di lingkaran korporasi pelat merah.
Sejumlah nama bahkan berasal dari latar belakang birokrasi, kepolisian, politik, akademisi, dan profesional.
Profil 8 Putra Sulsel
1. Komjen Pol. Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si.
Fadil Imran tercatat sebagai Komisaris PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau lebih dikenal sebagai MIND ID. Situs resmi MIND ID menyebut ia lulusan Akpol 1991 dan pernah menjabat Kapolda Jawa Timur, Kapolda Metro Jaya, serta Kabaharkam Polri.
MIND ID adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bertindak sebagai Holding Industri Pertambangan Indonesia. Perusahaan ini dibentuk untuk mengelola dan mengoptimalkan potensi kekayaan sumber daya mineral dan batubara negara.
MIND ID mengintegrasikan sejumlah perusahaan tambang utama di Indonesia ke dalam satu ekosistem strategis.
2. Dr. Arry Abdi Syalman, S.I.Kom., M.H., CPCE., CPM.
Ia tercatat sebagai Komisaris Independen PT Telkom Akses, dari informasi profil yang beredar, Arry dikenal sebagai figur profesional dengan latar komunikasi dan hukum, serta aktif di bidang komunikasi strategis dan tata kelola keamanan siber.
Di usia yang masih kepala 3, Ia juga dikenal sebagai tenaga ahli bidang keamanan siber yang terlibat aktif dalam menjaga ekosistem dan ruang siber di Indonesia, kerap tampil dalam forum keamanan siber nasional dan internasional, selain itu, ia memimpin sebuah organisasi jurnalis yaitu Jurnalis Online Indonesia (JOIN)
Dilansir dari berbagai sumber PT Telkom Akses adalah bagian vital dari PT Telkom Indonesia Tbk yang bergerak di bidang konstruksi pembangunan dan pengelolaan infrastruktur jaringan.
Didirikan pada 12 Desember 2012, perusahaan ini berfokus pada perluasan jaringan broadband untuk menghadirkan koneksi internet berkualitas ke seluruh masyarakat Indonesia.
3. Dr. H. Andi Rio Idris Padjalangi, S.H., M.Kn
Ia menjabat Komisaris Utama PT Semen Tonasa berdasarkan RUPSLB pada 15 Agustus 2025. Dilansir dari Wikipedia mencatat Andi Rio merupakan mantan anggota DPR RI tiga periode mulai dari tahun 2009 – 2024 dan tokoh asal Bone yang sebelumnya pernah maju dalam Pilkada Bone 2024.
PT Semen Tonasa adalah produsen semen terbesar di kawasan Indonesia Timur, berpusat di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Beroperasi sejak tahun 1960, anak perusahaan dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) ini mengoperasikan 4 unit pabrik terintegrasi dengan kapasitas produksi mencapai 7,4 juta ton per tahun
4. dr. Andi Nusawarta, M.Kes, Sp.OT, Subsp.Sport Injury
dr. Andi Nusawarta, M.Kes, Sp.OT, Subsp.Sport Injury (K) (akrab disapa Dokter Cua) adalah seorang dokter spesialis bedah ortopedi dan traumatologi yang ahli dalam menangani cedera olahraga.
Andi Nusawarta juga masuk jajaran Dewan Komisaris PT Semen Tonasa sebagai komisaris. Ia disebut sebagai profesional serta figur publik yang sempat maju dalam kontestasi politik lokal di Pangkep.
5. Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd.,M.IKom
Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd.,M.Ikom adalah seorang pegiat Indonesia kelahiran Sungguminasa, Gowa. Ia dikenal sebagai putra ulama kharismatik asal Gowa, K.H. Ahmad Tawalla, yang juga aktif di Muhammadiyah. Ia menyelesaikan pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi di Sulawesi Selatan.
Dzulfikar Ahmad Tawalla saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) dalam Kabinet Merah Putih.
Ia resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 21 Oktober 2024 dan bertugas mendampingi Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).
Selain di pemerintahan, ia juga dikenal sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah untuk periode 2023-2027.
Dzulfikar Ahmad Tawalla diangkat sebagai Komisaris PT Semen Baturaja Tbk melalui RUPST Tahun Buku 2024 pada 27 Mei 2025.
Profil resmi perusahaan menyebut ia lahir di Sungguminasa, menempuh pendidikan S1 Pendidikan Matematika di Universitas Muhammadiyah Makassar, lalu meraih magister komunikasi di STIKOM InterStudi Jakarta.
Dilansir dari berbagai sumber, PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) adalah perusahaan publik dan produsen semen terkemuka di wilayah Sumatera Bagian Selatan.
Perusahaan ini kini berstatus sebagai anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), yang memproduksi dan mendistribusikan semen berkualitas untuk kebutuhan infrastruktur.
6. Dr. Ir. Abdul Haris Bahrun, M.Si
Dr. Ir. Abdul Haris Bahrun, M.Si., dipercaya menjadi Komisaris PT Rajawali Citra Mas. Ia merupakan akademisi asal Sulsel.
Akademisi Unhas ini juga menjabat Tenaga Ahli Menteri Bidang Akselerasi Standardisasi dan Program Strategis Kementan.
Melansir dari berbagai sumber, PT Rajawali Citramass (atau PT Rajawali Citra Mas) adalah anak perusahaan ID FOOD (Holding BUMN Pangan) yang bergerak di bidang industri kemasan plastik, khususnya produsen karung plastik, kantong plastik, dan penjualan polipropilen.
Perusahaan ini dikenal sebagai salah satu pemasok utama karung plastik untuk kebutuhan PERUM BULOG.
7. Prof. Dr. Andi Murtir Jeddawi, S.H.,S.Sos.,M.Si
Prof. Dr. H. Murtir Jeddawi, S.H., S.Sos., M.Si. adalah adalah putra asal kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan yang merupakan seorang Guru Besar Hukum Administrasi Negara dan Pemerintahan Daerah di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), dan pernah menjabat sebagai Rektor IPDN pada tahun 2018-2019, dan saat ini menjabat sebagai Direktur IPDN Kampus Sulawesi Selatan.
Andi Murtir Jeddawi juga disebut masuk jajaran komisaris perusahaan strategis melalui PT LPP Agro Nusantara.
Sumber yang ada menggambarkannya sebagai akademisi dan profesor asal Sulsel, dengan rekam jejak di bidang pemerintahan, hukum, dan kebijakan publik.
Diketahui, PT LPP Agro Nusantara (sebelumnya dikenal sebagai Lembaga Pendidikan Perkebunan) adalah anak usaha BUMN Perkebunan yang berpusat di Yogyakarta.
Didirikan pada tahun 1950, perusahaan ini berfungsi sebagai pusat pengembangan SDM dan konsultan manajemen, dengan menyediakan layanan pelatihan, penilaian (assessment), sertifikasi, serta perhotelan dan MICE.
8. Muhammad Rachmat Kaimuddin, B.Sc.,M.B.A
Rachmat Kaimuddin adalah seorang konsultan manajemen, ahli keuangan, eksekutif puncak, dan pejabat pemerintah Indonesia.
Saat ini, ia merupakan Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar di Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
Sebelumnya ia juga menjadi Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi di Kemenko Maritim dan Investasi.
Rachmat meraih gelar BSc dari Massachusetts Institute of Technology dan gelar MBA dari Stanford Graduate School of Business.
Ia mengawali kariernya di sejumlah perusahaan konsultan manajemen dan investasi, seperti Boston Consulting Group, IFC, Quvat Management, dan Baring Private Equity Asia.
Rachmat Kaimuddin tercatat sebagai Komisaris PT Daya Energi Bersih Nusantara atau Denera.
Ia juga menjabat Direktur PT Danantara Development Management Fund, dan Denera merupakan entitas yang dibentuk untuk mengembangkan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik.
PT Daya Energi Bersih Nusantara (DENERA) adalah perusahaan pengelola sampah terintegrasi yang berfokus pada proyek perubahan sampah menjadi energi listrik (Waste-to-Energy / WtE).
Perusahaan ini dibentuk oleh Danantara Investment Management.Perusahaan ini dibentuk sebagai holding untuk mengonsolidasikan investasi dan pengembangan fasilitas pengolahan sampah.
Alasan Pemilihan
Alasan utama pemilihan komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia didasarkan pada pemenuhan kualifikasi profesional, kebutuhan pengawasan tata kelola perusahaan, penyegaran perspektif bisnis, hingga pertimbangan dukungan politis.
Penunjukannya secara resmi disahkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) atau diputuskan langsung oleh Menteri BUMN, berdasarkan ketentuan regulasi serta praktik tata kelola perusahaan di Indonesia, alasan dan kriteria pengangkatan dewan komisaris meliputi:
1. Kualifikasi Profesional dan Kompetensi:
Diangkat berdasarkan integritas, dedikasi, serta memiliki pemahaman manajerial dan pengetahuan yang memadai di bidang usaha BUMN terkait Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-3/MBU/03/2023.
2. Fungsi Pengawasan dan Penasihat:
Komisaris dipilih untuk menjalankan fungsi pengawasan dan memberikan ide serta gagasan konstruktif kepada jajaran direksi dalam mengelola aset negara secara akuntabel
3. Perspektif Baru (Penyegaran Strategi):
Figur dari luar industri atau lintas latar belakang (pemerintahan, akademisi, hingga korporasi) dipilih untuk memberikan wawasan baru dan solusi atas tantangan bisnis perusahaan
Secara spesifik, kriteria pemilihan ini dirancang untuk mewujudkan Good Corporate Governance (GCG) sehingga perusahaan pelat merah dapat beroperasi secara efektif, transparan, dan terhindar dari risiko kerugian.












