Advertorial

Sekretaris Komisi IV DPRD Wajo Ungkap Penyebab Antrean Obat di RSUD Lamaddukkelleng, Siapkan Sejumlah Solusi

×

Sekretaris Komisi IV DPRD Wajo Ungkap Penyebab Antrean Obat di RSUD Lamaddukkelleng, Siapkan Sejumlah Solusi

Sebarkan artikel ini

WAJO , BUGISPOS.com — Keluhan masyarakat terkait lamanya antrean pengambilan obat di RSUD Lamaddukkelleng Sengkang mendapat perhatian serius dari Komisi IV DPRD Kabupaten Wajo.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Sekretaris Komisi IV DPRD Wajo, Fery Surachmat, melakukan peninjauan sekaligus berdiskusi dengan Direktur RSUD Lamaddukkelleng beserta jajaran manajemen rumah sakit.

Dari hasil pembahasan, Fery mengungkapkan terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan antrean obat cukup panjang, terutama pada hari-hari tertentu.

“Pada hari-hari tertentu, khususnya Senin, terjadi lonjakan jumlah pasien yang cukup signifikan. Selain itu, penambahan poli pelayanan juga berdampak pada meningkatnya jumlah pasien yang harus dilayani di bagian farmasi,” ujarnya, Senin (7/7/2026).

Selain tingginya jumlah pasien, banyaknya resep obat racikan turut menjadi penyebab lamanya proses pelayanan. Menurut Fery, obat racikan memerlukan ketelitian dalam proses peracikan sehingga waktu penyelesaiannya lebih lama dibandingkan obat nonracikan.

Ia juga menyoroti keterbatasan ruang apotek yang dinilai sudah tidak lagi mampu mengakomodasi peningkatan volume pelayanan. Di sisi lain, keterbatasan lahan menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pengembangan fasilitas rumah sakit.

“Tak hanya itu, pihak rumah sakit juga masih menghadapi sejumlah kendala teknis lain yang saat ini terus diidentifikasi untuk dicarikan solusi,” terang politisi PKB ini.

Sebagai tindak lanjut, Komisi IV DPRD Wajo bersama manajemen RSUD Lamaddukkelleng merumuskan sejumlah langkah yang diharapkan dapat mengurangi kepadatan antrean obat.

Salah satu usulan yang mengemuka adalah memanfaatkan lahan kosong di lingkungan rumah sakit untuk memperluas ruang pelayanan kefarmasian sehingga kapasitas pelayanan dapat ditingkatkan.

Selain itu, DPRD juga mengusulkan layanan pengantaran obat dengan menggandeng kurir lokal bagi pasien yang berdomisili di Kota Sengkang dan wilayah sekitarnya. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi penumpukan antrean pasien di apotek rumah sakit.

Fery juga membuka ruang partisipasi masyarakat untuk memberikan masukan dan gagasan yang dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

“Kami menyadari bahwa seluruh rumah sakit dan puskesmas di Kabupaten Wajo saat ini terus berbenah, meskipun masih menghadapi berbagai keterbatasan. Kami berharap, dengan dukungan seluruh pihak, pelayanan kesehatan di daerah ini dapat semakin baik ke depan,” katanya.

Ia menegaskan Komisi IV DPRD Wajo akan terus mengawal proses pembenahan pelayanan di RSUD Lamaddukkelleng agar solusi yang telah direncanakan dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Humas DPRD Wajo)