BugisPos, Makassar – Kepala Sekolah SMPN 10 Makassar, Misbahuddin A., memberikan klarifikasi tegas terkait isu adanya “siswa titipan” dan praktik pungutan liar dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran ini, Senin (13/7/2026).
Dalam keterangannya, ia menjelaskan bahwa SMPN 10 Makassar menerapkan sistem seleksi melalui jalur prestasi, zonasi/domisili, dan afirmasi yang semuanya telah memenuhi kuota yang ditetapkan. Ia menyebutkan tingginya animo masyarakat membuat seleksi sangat kompetitif.
“Selama ini yang kita jalankan sudah melalui prosedur. Baik melalui jalur prestasi, zonasi atau domisili, maupun dengan afirmasi. Alhamdulillah semua yang dilakukan sudah memenuhi kuota.
Sehingga di akhir, banyak warga yang bertanya. Karena di sini pendaftarnya lebih sering (banyak), sementara yang kami terima hanya 8 ruangan dikalikan 32 siswa. Jadi, ada hampir 1.000 pendaftar yang tidak terakomodasi,” terangnya saat diwawancarai.
Usai pengumuman hasil seleksi, Misbahuddin mendapatkan mandat untuk mendampingi proses pengejaran di Kabupaten Sidrap.
“Jadi saya bilang, saya serahkan kepada teman-teman ketua dan operator. Kurang lebih satu minggu saya di Sidrap, kemudian saya kembali. Nah, tinggal pendaftaran ulang. Akhirnya, ada siswa yang kurang melapor (tidak mendaftar ulang). Kalau tidak salah ada 5 orang yang tidak melapor karena katanya datanya tidak cukup,” ungkapnya kepada wartawan.












