Breaking NewsKriminal

Identitas Pelaku Penipuan Arisan Online Lintas Wilayah Terungkap, Korban Rugi Ratusan Juta

×

Identitas Pelaku Penipuan Arisan Online Lintas Wilayah Terungkap, Korban Rugi Ratusan Juta

Sebarkan artikel ini

BugisPos, Makassar — Identitas terduga pelaku penipuan berkedok arisan online yang merugikan puluhan orang dari berbagai wilayah di Indonesia akhirnya terungkap. Pelaku yang berinisial SW diketahui merupakan warga Desa Cikoang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar

 

Berdasarkan penelusuran dan keterangan korban, aksinya telah berjalan selama hampir dua tahun terakhir. Modus ini ternyata menjangkau korban tak hanya di Sulawesi Selatan, melainkan lintas provinsi hingga ke wilayah lain.

 

Puluhan korban tersebar di sejumlah daerah, antara lain Bulukumba, Sinjai, Bone, Takalar, Gowa, Makassar, Kalimantan, Jayapura, hingga Maroke. Total kerugian yang dialami seluruh korban diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

 

Identitas SW terungkap setelah salah satu korban mendatangi salah satu tempat tinggal pelaku di Desa Cikoang, dimana kedua orang tuanya juga tinggal di Desa Cikoang.

 

Terungkap pula bahwa SW adalah istri dari seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Manggala Agni Parangloe. Bahkan, dugaan kuat menyebutkan pelaku tidak bekerja sendiri, melainkan diduga bekerjasama dengan suaminya dalam menjalankan aksinya.

 

Kasus ini semakin memicu kemarahan korban yang hingga kini belum mendapatkan haknya kembali, meski telah ada surat perjanjian bermeterai serta upaya mediasi sebelumnya. Kini korban telah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian agar segera diproses sesuai hukum yang berlaku.

 

Perlu Diketahui, pelaku telah di laporkan di tiga polres yang berbeda oleh korban korbannya, yakni Polres Gowa, Polres Takalar dan Kalimantan.

 

” Saya sudah melapor sejak pertengahan bulan mei, tapi sampai sekarang laporan saya belum ditindak lanjuti oleh polisi”. Ujar salah seorang Korban melalui pesan suara. Sabtu, (11/7/2026).

 

Kuat dugaan pelaku SW punya bekingan dikalangan aparat hukum, sehingga sampai saat ini pelaku tak tersentuh hukum meskioun telah dilaporkan berkali kali.

 

Sementara pelaku dan suaminya yang dikonfirmasi oleh beberapa awak media, malah cuek dan tak menggubris upaya konfirmasi para wartawan.