BugisPos, Sinjai – Dalam upaya membangun karakter dan keberanian berkomunikasi sejak dini, Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Lokus Sinjai berkolaborasi dengan Pengelola Perpustakaan Sipakainge UPTD SMPN 12 Sinjai menyelenggarakan pelatihan Public Speaking bagi para murid. Kegiatan edukatif ini berlangsung dengan khidmat dan ceria di UPTD SMPN 12 Sinjai pada Rabu, 15 Juli 2026.
Hadir sebagai fasilitator, Irmayanti, Relima Lokus Sinjai, memberikan pembekalan yang kemampuan berbicara di depan umum bukan sekadar teori yang dihafal, melainkan keterampilan yang harus diasah.
Berbicara di depan publik itu bukan cuma soal teori atau menerima materi di atas kertas. Kuncinya adalah keberanian untuk mencoba. Oleh karena itu, hari ini kita tidak hanya belajar teorinya, tetapi langsung mempraktikkannya di depan teman-teman sendiri,” ujar Irmayanti di sela-sela kegiatan.
Metode pembelajaran interaktif yang dilakukan dapat mencairkan suasana. Setelah diberikan fondasi dasar mengenai teknik olah vokal, gestur tubuh, dan cara mengatasi rasa gugup, para murid langsung ditantang untuk berdiri dan berbicara di depan panggung kelas.
Suasana mendadak riuh dengan tepuk tangan saat satu per satu siswa mulai berani. Para murid terlihat sangat antusias dan saling memberikan dukungan moral ketika rekannya tampil. Hal ini mengubah rasa takut menjadi rasa percaya diri yang tinggi.
Kegiatan kolaboratif ini mendapat respons yang sangat positif dari pihak sekolah. Kepala UPTD SMPN 12 Sinjai, Najamuddin, menyampaikan apresiasi yang kepada Relima Lokus Sinjai dan pengelola Perpustakaan Sipakainge yang telah menginisiasi program bermanfaat ini.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan public speaking ini. Kemampuan berkomunikasi adalah salah satu soft skill yang dibutuhkan generasi muda saat ini. Melihat antusiasme anak-anak yang begitu besar, kami berharap kegiatan seperti ini bisa berkelanjutan dan menjadi pemantik lahirnya pemimpin-pemimpin masa depan yang berani bersuara dari SMPN 12 Sinjai,” tutur Najamuddin penuh harap.
Dengan berakhirnya pelatihan ini, diharapkan Perpustakaan Sipakainge tidak hanya menjadi tempat membaca buku, tetapi juga bertransformasi menjadi pusat kreativitas dan pengembangan bakat siswa secara holistik di lingkungan sekolah.












