BugisPos, MAKASSAR —Anak muda Makassar kembali bikin harum nama daerah di kancah internasional! Mahasiswa berprestasi dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Panakkukang Makassar, Dian Pratiwi, resmi melangkah jadi Delegasi Indonesia dalam ajang kepemudaan bergengsi Indonesian Youth Excursion Network (IYEN) di Malaysia. Selasa, 28 Juli 2026
Sebelum lolos ke ajang internasional ini, Dian memang sudah punya rekam jejak yang tidak main-main. Ia mengawali kiprahnya dengan menyabet gelar Duta Kampus Sulawesi Selatan, meraih posisi Runner Up II Puteri Entrepreneur Sulawesi Selatan, sampai mengemban amanah jadi Campus Ambassador. Pencapaian terbarunya ini makin membuktikan kalau mahasiswa kesehatan dari Sulsel betul-betul siap bersaing di tingkat dunia.
Mengenal Program IYEN
Program Indonesian Youth Excursion Network (IYEN) ini memang sengaja merancang agenda Youth Excursion untuk pemuda-pemudi yang mau memperluas wawasan langsung di luar negeri. Lewat wadah ini, para peserta mempelajari sejarah, menyelami budaya lokal, sampai membangun jaringan pertemanan dengan peserta internasional lainnya.
Secara legalitas, IYEN ini resmi ji berbadan hukum lewat SK Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor AHU-0005723.AH.01.04. Tahun 2025 sejak tanggal 27 Maret 2025 di Sleman, Yogyakarta. Program ini punya visi mulia untuk membangun jembatan antar-generasi dan antar-budaya demi mencetak calon pemimpin masa depan yang berwawasan luas serta peduli sesama.
Persiapan Ketat Sebelum Berangkat
Tidak gampang ki memang tembus ke ajang ini. Dian Pratiwi harus melewati dulu rangkaian seleksi dan pembekalan super ketat bersama pemuda-pemudi pilihan dari seluruh Indonesia. Demi memantapkan kesiapannya, ia mengikuti enam tahapan pembekalan intensif:
-
Welcoming Delegate: Menyapa dan berkenalan langsung dengan sesama delegasi serta panitia.
-
Pembekalan Business Model Canvas (BMC): Menyusun kerangka ide proyek secara terstruktur.
-
Tips Presentasi Proyek: Mengasah cara bicara dan teknik membawakan gagasan supaya makin mantap.
-
Meeting Koordinasi Intensif: Menyelaraskan seluruh persiapan teknis, logistik, dan aturan program.
-
Pitching & Simulation: Melatih mental kepemimpinan lewat simulasi presentasi interaktif.
-
Final Briefing: Memantapkan seluruh persiapan akhir sebelum resmi berangkat ke Malaysia.
Lewat latihan soft skills dan koordinasi daring yang padat ini, Dian makin percaya diri membawa nama kampus dan negaranya di kancah global.
Keliling Kampus Top di Malaysia
Selama berada di Malaysia, Dian Pratiwi bersama delegasi lainnya menimba ilmu lewat dua agenda utama yang keren sekali:
-
Presentation Youth Project:
Para peserta mempresentasikan makalah dan ide inovatif mereka dalam forum konferensi yang hidup. Sesi ini membuka peluang kolaborasi lintas ilmu sekaligus memperluas jaringan profesional tingkat dunia.
-
World’s Top Universities Malaysia (Campus Visit):
Para delegasi berkunjung langsung ke kampus-kampus hebat di Malaysia untuk melihat standar akademik dan teknologi terbaru, yaitu:
-
Universiti Malaya (UM): Kampus top yang konsisten masuk Top 50 Universitas Terbaik di Asia (versi QS & Times Higher Education Asia Rankings) dan unggul sekali di bidang riset.
-
International Islamic University Malaysia (IIUM): Kampus ternama yang memadukan sains, teknologi, dan nilai-nilai multikultural secara seimbang.
-
Support Orang Tua dan Komitmen ke Depan
Langkah besar Dian Pratiwi ini bisa terwujud berkat izin dari kampus serta dukungan penuh dari kedua orang tuanya yang bertindak sebagai sponsor utama.
“Jadi bagian dari Delegasi Indonesia di IYEN itu sebuah kehormatan besar sekali untuk saya. Saya ucapkan terima kasih banyak untuk orang tua ku yang tidak pernah putus kirimkan doa, kasih dukungan moral, dan jadi sponsor utama dalam tiap langkah ku. Lewat kesempatan ini, saya mau harumkan nama almamater STIKES Panakkukang Makassar sekaligus buktikan kalau anak kesehatan juga punya daya saing global dan jiwa kepemimpinan yang tinggi,” tegas Dian.
Setelah merampungkan kegiatan internasional ini, Dian berkomitmen untuk terus mengawal proyek inovatifnya supaya betul-betul jalan dan bermanfaat. Selain itu, ia mau manfaatkan jaringan internasional yang sudah terbentuk untuk membuat kolaborasi baru, serta membagikan pengalamannya ini kepada anak-anak muda di daerahnya. “Art”













