BugisPos, Sinjai – UPTD SMP Negeri 12 Sinjai menghadirkan inovasi bertajuk SIPAKATAU (Strategi Penanganan Kasus Tindakan Perundungan) guna menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari aksi bullying.
Inovasi ini mengombinasikan pemanfaatan teknologi digital dengan nilai kearifan lokal Bugis Sipakatau, yang memiliki arti dasar “saling memanusiakan”.
Kombinasi Aplikasi Digital dan Akses Inklusif
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam perlindungan peserta didik, UPTD SMPN 12 Sinjai merancang ekosistem penanganan perundungan secara menyeluruh:
Aplikasi Digital SIPAKATAU: Memungkinkan siswa melaporkan insiden perundungan secara real-time, mengakses materi edukasi, serta memantau perkembangan program sekolah dengan privasi dan kerahasiaan yang terjamin.
Kotak Aduan Fisik: Disediakan sebagai fasilitas pendukung bagi murid yang tidak memiliki ponsel pintar (smartphone), sehingga seluruh siswa memiliki hak dan akses pelaporan yang setara.
Agen Pemantau Rahasia (Silent Observer): Melibatkan siswa-siswi terpilih yang bertugas secara anonim untuk mendeteksi potensi konflik dan memberikan data objektif yang mungkin luput dari pengawasan guru.
Mewujudkan Sekolah Ramah Anak
Melalui penetapan UPTD SMPN 12 Sinjai sebagai salah satu Sekolah Ramah Anak di Kabupaten Sinjai, pihak sekolah menekankan bahwa penanganan perundungan tidak semata berfokus pada pemberian sanksi, melainkan pemulihan hubungan (restorative justice) dan pembentukan budaya sekolah yang positif.
Kepala UPTD SMPN 12 Sinjai, Najamuddin, menegaskan komitmen sekolah dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif tanpa rasa takut.
“Sekolah kita ini, UPTD SMP Negeri 12, telah ditetapkan sebagai salah satu Sekolah Ramah Anak di Kabupaten Sinjai. Inti dari Sekolah Ramah Anak adalah kita perang habis-habisan terhadap segala bentuk bullying atau perundungan. Kita ingin mewujudkan anak-anak merasa aman, enjoy, dan bahagia saat melangkahkan kaki menuju sekolah,” ujar Najamuddin.
Dampak positif dari inovasi ini juga dirasakan langsung oleh para peserta didik. Dengan jaminan kerahasiaan pada sistem pelaporan, rasa percaya diri siswa untuk bersuara semakin meningkat.
‘Dulu banyak murid takut melapor karena dibilang pengadu. Tapi dengan aplikasi dan jaminan kerahasiaan ini, murid jadi lebih berani. Kami bisa menangani masalah sebelum menjadi besar,” ungkap salah seorang murid UPTD SMPN 12 Sinjai.











